Geely bersiap meluncurkan versi terbaru EX5 di China pada 21 September 2026. Meski secara tampilan tidak berubah drastis, SUV listrik tersebut mendapatkan pembaruan besar pada struktur, sistem penggerak, hingga teknologi bantuan berkendara. Salah satu perubahan yang cukup menarik adalah hadirnya bagasi depan atau frunk berukuran besar. Kapasitas volumenya memang belum diumumkan, tetapi informasi pada kompartemen tersebut menunjukkan kemampuan membawa beban hingga 50 kg. Kehadiran frunk sekaligus mengindikasikan perubahan besar pada konstruksi EX5. Jika sebelumnya menggunakan penggerak roda depan, model terbaru beralih menjadi rear-wheel drive (RWD) dengan motor listrik ditempatkan di gandar belakang. Motor listrik berkode TZ184QY301 tersebut menghasilkan tenaga maksimum 245 kW atau sekitar 329 tk, meningkat sekitar 114 tk dibandingkan model sebelumnya. Peningkatan tenaga turut mendongkrak performanya. Kecepatan maksimum EX5 terbaru mencapai 201 kpj, naik dari sebelumnya 175 kpj. Motor listrik mendapatkan pasokan energi dari baterai lithium iron phosphate (LFP). Namun, Geely belum mengungkap kapasitas baterai maupun jarak tempuh resmi model terbaru tersebut. Secara dimensi, EX5 memiliki panjang 4.636 mm, lebar 1.920 mm, tinggi 1.670 mm, dan jarak sumbu roda 2.750 mm. Dibandingkan model yang dipasarkan saat ini, panjangnya bertambah 21 mm. Penyegaran juga dilakukan pada bagian eksterior melalui desain bumper baru dan gagang pintu semi-tersembunyi. Posisi port pengisian daya turut dipindahkan dari area spatbor depan ke belakang. Dapat LiDAR dan Sistem G-Pilot H5 Pembaruan penting lainnya terdapat pada perangkat bantuan berkendara. Geely memasang sensor LiDAR di bagian atap, ditambah kamera pada spatbor depan serta kamera tambahan yang terintegrasi dengan spoiler belakang. Perangkat tersebut mendukung sistem bantuan berkendara G-ASD G-Pilot H5, termasuk fungsi Navigate on Autopilot (NOA) yang dapat digunakan di jalan perkotaan maupun jalan bebas hambatan. Desain EX5 memang dipertahankan relatif sama. Namun, perubahan besar justru dilakukan pada bagian yang tidak terlihat. EX5 mendapatkan perombakan menyeluruh pada struktur dasar, komponen internal, serta sistem elektronik. Pembaruan ini menjadi cukup penting bagi Geely. Berdasarkan data China EV DataTracker yang dikutip CarNewsChina, penjualan EX5 di China mencapai 40.776 unit sepanjang Januari-Agustus 2026, turun 45,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Geely EX5 juga merupakan salah satu produk global perusahaan. Model tersebut telah dipasarkan di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Dengan perubahan dari penggerak roda depan menjadi RWD, tenaga yang meningkat signifikan hingga 329 tk, serta tambahan LiDAR dan frunk, menarik untuk melihat apakah spesifikasi EX5 terbaru ini nantinya juga akan dibawa Geely ke pasar Indonesia.