BYD mencatatkan pencapaian baru dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di China. Pabrikan asal Negeri Tirai Bambu tersebut telah meresmikan stasiun Flash Charging ke-10.000 pada 28 Agustus 2026. Dikutip dari Carnewschina.com, Senin (31/8/2026), peresmian dilakukan di lokasi utama BYD yang berada di Distrik Longhua, Shenzhen. Pencapaian ini menjadi bagian dari target besar perusahaan untuk membangun 20.000 stasiun pengisian daya cepat di seluruh China hingga akhir 2026. Artinya, BYD telah mencapai separuh dari target tersebut dalam waktu kurang dari enam bulan sejak program ekspansi jaringan Flash Charging mulai digencarkan pada Maret 2026. Berdasarkan data yang diungkapkan perusahaan, jaringan pengisian daya BYD berkembang dengan rata-rata sekitar 55 lokasi baru setiap hari. Untuk mencapai target 20.000 stasiun pada 31 Desember 2026, perusahaan masih harus meningkatkan kecepatan pembangunan. BYD diperkirakan perlu menambah hampir 80 stasiun baru setiap hari hingga akhir tahun. Target tersebut terdiri dari 18.000 stasiun yang berada di wilayah perkotaan dan 2.000 stasiun di sepanjang jalan raya. Pembagian jaringan itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengguna kendaraan listrik, baik untuk mobilitas harian di dalam kota maupun perjalanan jarak jauh. Sistem pengisian cepat BYD, Flash Charging. Digunakan Mobil Merek Lain BYD menyebut jaringan Flash Charging yang dibangunnya kini telah menarik sekitar 1,83 juta pengguna terdaftar. Menariknya, hampir sepertiga pengguna tersebut bukan pemilik kendaraan BYD. Artinya, fasilitas pengisian daya tersebut juga dimanfaatkan oleh kendaraan listrik dari merek lain. Sejauh ini, jaringan Flash Charging BYD telah menyalurkan listrik hingga 210 juta kWh. Tingginya penggunaan oleh kendaraan non-BYD menunjukkan bahwa jaringan tersebut mulai berperan sebagai infrastruktur pengisian daya publik. BYD memang berupaya menempatkan Flash Charging bukan hanya sebagai fasilitas eksklusif bagi konsumennya, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik secara lebih luas. Secara geografis, jaringan Flash Charging BYD juga telah menjangkau berbagai wilayah ekstrem di China. Stasiun pengisian daya tersebut tersebar dari Shuangyashan di Heilongjiang di wilayah timur hingga Kashgar di Xinjiang di bagian barat. Jaringan ini juga menjangkau Sanya di Hainan di wilayah selatan serta Hulunbuir di Mongolia Dalam di bagian utara. BYD kenalkan Blade Battery generasi kedua dengan teknologi Flash Charging, isi baterai 10?70 persen hanya lima menit. BYD bahkan memasang perangkat pengisian daya di sejumlah lokasi dengan kondisi ekstrem, mulai dari kawasan gurun Turpan hingga Everest Base Camp. Ekspansi tersebut membuat jaringan Flash Charging BYD kini telah menjangkau sekitar 325 kota di China. Gandeng Perusahaan Energi Sebagian besar ekspansi jaringan dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan energi besar milik negara. Pada Juni 2026, misalnya, BYD menjalin kerja sama dengan Sinopec untuk memanfaatkan area SPBU yang kurang optimal sebagai lokasi pembangunan fasilitas pengisian daya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan Flash Charging ke koridor jalan raya dan rute-rute wisata. Selain Sinopec, BYD juga disebut bekerja sama dengan PetroChina, CNOOC, operator pengisian daya TELD, hingga JD.com. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi BYD untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kendaraan listrik tanpa harus membangun seluruh jaringan secara mandiri. Flash charging BYD Perangkat Flash Charging terbaru BYD memiliki kapasitas daya hingga 1.500 kW yang terbagi ke dalam dua konektor pada setiap unit.