Persaingan pabrikan otomotif China di pasar global semakin ketat. BYD kini mulai menempel Chery dalam urusan ekspor kendaraan, setelah mencatatkan lonjakan penjualan luar negeri sepanjang Agustus 2026. Seperti dilansir Carnewschina, berdasarkan data penjualan terbaru, BYD mengekspor 188.746 unit kendaraan pada Agustus 2026. Angka tersebut hanya terpaut 8.238 unit dari Chery yang masih mempertahankan status sebagai eksportir mobil terbesar China dengan 196.984 unit. Jarak yang semakin tipis tersebut menarik perhatian karena ekspansi BYD ke pasar internasional berlangsung cukup agresif. Pada saat yang sama, Chery selama ini dikenal memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap pasar ekspor. Sepanjang Agustus 2026, Chery membukukan penjualan global sebanyak 280.128 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 70,3 persen atau 196.984 unit dikirim ke pasar luar China. Sementara penjualan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) Chery mencapai 120.909 unit, meningkat 69,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Proses perakitan kendaraan di pabrik Chery. Ekspor Makin Penting BYD sendiri masih menjadi pemimpin dari sisi volume penjualan. Sepanjang Agustus 2026, perusahaan yang berbasis di Shenzhen tersebut menjual 433.384 unit mobil penumpang, naik 16,7 persen secara tahunan. Dengan ekspor 188.746 unit, artinya sekitar 43,6 persen penjualan BYD pada bulan tersebut berasal dari pasar luar China. Perubahan ini menunjukkan pasar internasional semakin penting bagi BYD, terutama ketika persaingan di pasar domestik China semakin ketat. Pada semester pertama 2026, sebanyak 53 persen pendapatan BYD bahkan berasal dari pasar luar China. Pendapatan internasionalnya mencapai 181,3 miliar yuan, naik sekitar 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan BYD di luar China sepanjang Januari-Juni 2026 tercatat sekitar 792.000 unit, melonjak sekitar 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kinerja BYD di pasar domestik. Registrasi merek utama BYD di China pada semester pertama 2026 turun 45,9 persen secara tahunan menjadi 795.169 unit. Tekanan pasar domestik membuat ekspansi global menjadi semakin strategis. BYD saat ini memperluas penjualan sekaligus kapasitas produksinya di sejumlah kawasan, termasuk Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin. Chery Masih Unggul Tipis Meski BYD semakin mendekat, Chery masih memegang keunggulan dalam volume ekspor bulanan. Dari 280.128 kendaraan yang dijual Chery sepanjang Agustus, hampir tujuh dari setiap 10 unit ditujukan ke pasar ekspor. Kondisi ini memperlihatkan kuatnya basis penjualan internasional Chery. Namun, dengan selisih ekspor Agustus yang tinggal sekitar 8.000 unit, posisi tersebut mulai mendapat tekanan serius dari BYD. Jika tren pertumbuhan penjualan luar negeri BYD berlanjut, persaingan antara kedua raksasa otomotif China ini berpotensi semakin ketat dalam beberapa bulan ke depan. Di luar BYD dan Chery, sejumlah grup otomotif China juga mencatatkan pertumbuhan NEV pada Agustus. SAIC menjual 187.037 unit NEV atau naik 44,1 persen, sedangkan Geely mencapai 175.877 unit, naik 9,4 persen. Changan mencatatkan sekitar 105.000 unit NEV. Sementara dari kelompok startup, Leapmotor menjadi salah satu yang paling menonjol dengan 103.129 unit, naik 80,7 persen secara tahunan dan menjadi startup China yang menembus angka 100.000 unit selama dua bulan berturut-turut. Persaingan tersebut menunjukkan bahwa pertarungan produsen China kini tidak lagi hanya terjadi di pasar domestik. Ekspor dan ekspansi global mulai menjadi medan persaingan berikutnya, dengan Chery masih berada di depan dan BYD semakin dekat di belakangnya.