Kasus mobil listrik yang terbakar kembali menjadi perhatian publik setelah satu unit BYD Seal mengalami insiden kebakaran di ruas Tol Jakarta-Cikampek, Jumat (31/7/2026). Peristiwa tersebut menambah daftar kejadian kendaraan listrik yang terbakar di Indonesia dalam dua tahun terakhir dan memunculkan kembali pembahasan mengenai aspek keselamatan kendaraan berbasis baterai. Semua Kendaraan Punya Risiko Menanggapi hal tersebut, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, pada dasarnya seluruh kendaraan, baik yang menggunakan mesin pembakaran internal (ICE) maupun motor listrik, sama-sama memiliki potensi risiko ketika menghadapi kondisi tertentu. Kebakaran BYD Seal di Tol Jakarta-Cikampek masih diselidiki. Polisi mengungkap detik-detik sebelum api melalap kendaraan. "Namun, yang membedakan adalah bagaimana produsen merancang teknologi dan sistem proteksi untuk meminimalkan risiko tersebut," ujar Luther, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Teknologi Proteksi Terus Dikembangkan Menurut Luther, pengembangan teknologi keselamatan menjadi salah satu fokus utama BYD seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik yang digunakan konsumen di berbagai negara. Pengalaman operasional jutaan kendaraan tersebut juga menjadi acuan dalam penyempurnaan sistem perlindungan yang diterapkan pada setiap produk. "Saat ini, lebih dari 17 juta unit kendaraan BYD telah digunakan di berbagai negara dan telah menempuh miliaran kilometer dalam penggunaan sehari-hari. Pengalaman tersebut terus menjadi dasar bagi kami untuk terus menyempurnakan teknologi dan proteksi keselamatan berkendara," kata Luther. BYD Seal terbakar di Palmerah, Jakarta Barat Investigasi Masih Berlangsung Pernyataan tersebut disampaikan di tengah proses investigasi penyebab kebakaran BYD Seal di Tol Jakarta-Cikampek. Hingga saat ini, penyebab pasti insiden tersebut masih belum diumumkan secara resmi dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Kasus tersebut juga menjadi pengingat bahwa insiden kebakaran kendaraan tidak hanya dapat terjadi pada mobil listrik, tetapi juga kendaraan bermesin konvensional. Meski demikian, karakteristik sumber energi yang berbeda membuat penanganan serta sistem pengaman yang diterapkan pada kendaraan listrik memiliki pendekatan tersendiri. Byd seal mengeluarkan asap Maka itu, produsen kendaraan listrik terus mengembangkan berbagai teknologi keselamatan, mulai dari desain baterai, sistem manajemen baterai (Battery Management System/BMS), hingga mekanisme pemantauan suhu dan perlindungan terhadap potensi korsleting maupun benturan. Tujuannya adalah meminimalkan kemungkinan terjadinya kegagalan sistem yang dapat memicu kebakaran, sekaligus menjaga keselamatan pengguna selama kendaraan beroperasi.