Suzuki mulai menyiapkan strategi untuk menghadapi perkembangan industri otomotif dalam satu dekade ke depan. Pabrikan asal Jepang ini mengembangkan sejumlah teknologi baru, mulai dari mesin bensin turbo, mild-hybrid, sistem hybrid, hingga mobil listrik. Suzuki juga ingin menggunakan lebih banyak komponen yang bisa dipakai bersama pada berbagai jenis kendaraan. Cara ini diharapkan membuat pengembangan mobil baru menjadi lebih cepat dan efisien. Salah satu teknologi yang tengah dikembangkan adalah sistem e-Axle 3-in-1 yang saat ini digunakan pada mobil kei listrik Suzuki e Sky. Ke depan, sistem tersebut akan dikembangkan menjadi unit 6-in-1 dengan dimensi yang sama. Teknologi ini nantinya bisa digunakan pada mobil listrik murni maupun mobil hybrid. Untuk mobil listrik perkotaan seperti e Sky, Suzuki akan menggunakan motor listrik depan dengan tenaga 94 hp. Khusus varian 4WD, akan ditambahkan motor listrik belakang berdaya 13 hp. Sementara untuk model yang lebih besar, Suzuki menyiapkan motor listrik utama dengan tenaga 174 hp. Sistem tersebut juga bisa dipadukan dengan motor listrik belakang berdaya 40 hp untuk sistem penggerak 4WD. Suzuki juga ingin mengurangi penggunaan material yang mengandung unsur tanah jarang berat pada motor listriknya. Langkah tersebut dilakukan agar motor listrik lebih mudah didaur ulang ketika sudah tidak digunakan. Hybrid dan Range Extender Selain mobil listrik, Suzuki juga masih mengembangkan teknologi hybrid. Untuk model-model berukuran kecil, perusahaan menyiapkan sistem mild-hybrid baru yang ditargetkan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 15 persen.