Suzuki e Sky yang belum lama diperkenalkan untuk pasar Jepang mulai menunjukkan indikasi bakal dibawa ke Indonesia. Hal ini terlihat dari desain mobil listrik mungil tersebut yang sudah tercatat dalam dokumen Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Indonesia. Berdasarkan dokumen yang dilihat Kompas.com, desain Suzuki e Sky didaftarkan oleh Suzuki Motor Corporation yang beralamat di Takatsukacho, Chuoku, Hamamatsushi, Shizouka, Jepang. Pendaftaran tersebut memiliki nomor permohonan A00202604867, dengan tanggal penerimaan 24 Juli 2026. Sementara pengumumannya tercatat pada 15 September 2026. Desain yang terdaftar terlihat sangat mirip dengan Suzuki e Sky versi produksi yang belum lama diperkenalkan di Jepang. Sinyal Suzuki e Sky Meluncur di Indonesia Kompas.com sudah menghubungi pihak Suzuki untuk meminta konfirmasi terkait pendaftaran desain tersebut dan kemungkinan pemasaran e Sky di Indonesia. Namun, hingga artikel ini ditulis belum ada jawaban. Sementara itu, berdasarkan informasi dari salah satu tenaga penjual Suzuki, ada kemungkinan e Sky dipasarkan di Indonesia. "Minggu kemarin baru di daftarkan untuk Indonesia. Sepertinya akan main di harga Rp 280 juta sampai Rp 330 juta," kata tenaga penjual Suzuki, kepada Kompas.com, Jumat (18/9/2026). Meski demikian, informasi mengenai harga maupun rencana peluncuran tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari Suzuki. Suzuki e Sky Spesifikasi Suzuki e Sky Suzuki e Sky merupakan mobil listrik berukuran kompak yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas perkotaan. Mobil ini memiliki dimensi panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, dengan jarak sumbu roda 2.460 mm. Kapasitasnya empat penumpang. Untuk sumber tenaga, e Sky dibekali baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh. Suzuki menargetkan mobil listrik ini mampu menempuh jarak hingga 310 km dalam sekali pengisian daya. Suzuki e Sky menggunakan penggerak roda depan dengan motor listrik yang terintegrasi dalam sistem e-Axle. Tenaga maksimalnya mengikuti regulasi kei car di Jepang, yakni hingga 63 hp atau sekitar 47 kW. Soal pengisian daya, e Sky mendukung fast charging DC 50 kW yang diklaim mampu mengisi baterai hingga 80 persen dalam sekitar 25 menit. Selain itu, tersedia fitur Vehicle-to-Home (V2H) yang memungkinkan baterai mobil dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk perangkat eksternal dengan output AC 100V/1.500W. Jika nantinya benar dipasarkan di Indonesia, e Sky akan menambah pilihan mobil listrik berukuran ringkas yang ditawarkan Suzuki. Untuk saat ini, pendaftaran desain di DJKI menjadi salah satu indikasi bahwa Suzuki telah mengambil langkah perlindungan desain e Sky untuk pasar Indonesia. Namun, keputusan Suzuki untuk menjual dan meluncurkan mobil tersebut di Tanah Air masih menunggu konfirmasi resmi.