Harga sparepart menjadi salah satu pertimbangan konsumen sebelum membeli mobil. Pasalnya, komponen yang mudah didapat dengan harga terjangkau bisa membantu menekan biaya perawatan kendaraan dalam jangka panjang. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) ternyata memiliki strategi tersendiri untuk menjaga harga sparepart tetap terjangkau. Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Dony Ismi Saputra mengatakan, salah satu caranya adalah mengurangi kompleksitas part yang digunakan pada produk Suzuki. Menurut Dony, hal tersebut salah satunya dilakukan dengan menggunakan jenis mesin yang sama pada beberapa model. "Suzuki ini mesinnya K15B, K15C. Dengan jenis engine yang sama, artinya kompleksitas part ini turun," ujar Dony, saat ditemui Kompas.com di Jakarta Pusat, belum lama ini. Ruang mesin Ertiga Smart Hybrid Kompleksitas Part Berkurang Menurut Dony, penggunaan mesin yang sama pada sejumlah produk membuat jenis komponen yang harus diproduksi dan disediakan menjadi lebih sederhana. Kondisi tersebut kemudian memberikan keuntungan dari sisi efisiensi. "Kalau kompleksitas part turun, harga sparepart kami pasti lebih terjangkau," kata Dony. Strategi tersebut juga memungkinkan Suzuki melakukan optimalisasi terhadap komponen yang digunakan. "Atau dengan kata lain, kita bisa melakukan pendekatan yang sedikit berbeda. Kami bisa mengoptimalkan part kami sehingga durability part kami bisa lebih baik," ujar dia. Dengan demikian, strategi penggunaan komponen yang lebih terstandarisasi tidak hanya ditujukan untuk menekan harga. Suzuki juga ingin menjaga daya tahan komponen yang digunakan pada kendaraannya. Bengkel Suzuki Sparepart Murah dan Mudah Dony mengatakan, strategi tersebut merupakan bagian dari brand positioning yang sedang dibangun Suzuki. Menurut dia, Suzuki ingin konsumen mengenal produknya bukan hanya dari harga kendaraan, tetapi juga dari biaya dan kemudahan perawatan setelah mobil dimiliki. "Brand positioning yang sedang kami bangun adalah part-nya murah, harga terjangkau, carinya mudah, bisa dicari di manapun, dan durability-nya badak gitu," kata Dony. Ia menambahkan, pendekatan tersebut bukan sesuatu yang ingin dibangun hanya dalam waktu singkat. Pasalnya, klaim mengenai harga dan daya tahan komponen pada akhirnya harus dibuktikan melalui pengalaman konsumen. "Yang kita bangun dan itu tidak cuma setahun-dua tahun, gitu. Ini kan perlu pembuktian. Jadi, pembuktian yang paling gampang adalah pada saat konsumen merasakan dan kami mendapatkan testimoni dari para pengguna kami," ujar Dony. Dengan strategi tersebut, Suzuki berharap konsumen dapat merasakan langsung manfaat dari penggunaan komponen yang lebih terstandardisasi, baik dari sisi harga maupun daya tahan. Bagi konsumen, harga sparepart dan ketersediaannya memang menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena berkaitan langsung dengan biaya kepemilikan kendaraan dalam jangka panjang.