Tidak sedikit pemilik motor Suzuki yang kesulitan mencari bengkel umum yang bersedia menangani kendaraannya. Bahkan, ketersediaan suku cadang di pasaran pun kerap menjadi kendala tersendiri. Rudi, pemilik Bengkel Purnama Motor di Bogor spesialis merek Suzuki, membeberkan sejumlah alasan di balik fenomena tersebut. Minim Stok Sparepart Menurut Rudi, keengganan bengkel umum menerima servis motor Suzuki umumnya berawal dari kekhawatiran soal ketersediaan sparepart. Kondisi ini berbeda dengan motor merek lain yang sparepart-nya lebih mudah ditemukan di pasaran. Purnama Motor, bengkel spesialis Suzuki di Bogor "Mungkin kadang bengkel biasa tuh takut nerima Suzuki. Pertama mikir sparepart-nya dia enggak punya, jadi dia aduh susah nih kayaknya, dia takut," ujar Rudi kepada Kompas.com, Senin (31/8/2026). Ia mencontohkan, bengkel umum cenderung lebih percaya diri menerima motor Honda karena stok sparepart yang tersedia jauh lebih banyak dan mudah didapat. Kondisi tersebut membuat teknisi lebih berani mengerjakan motor Honda dibandingkan Suzuki. Kurang Pemahaman Teknis Selain soal ketersediaan sparepart, Rudi menyebut faktor kedua yang membuat bengkel umum enggan menerima motor Suzuki adalah minimnya pengalaman menangani karakteristik mesin Suzuki secara langsung. "Terus kedua mungkin kurang paham juga kali ya. Ya, biasa pegang Suzuki kan?" katanya. Anggapan Sparepart Suzuki Mahal Rudi turut meluruskan anggapan yang menyebut sparepart Suzuki lebih mahal dibandingkan merek lain. Menurutnya, sparepart original Suzuki justru cenderung lebih murah, asalkan yang produksi di dalam negeri. "Harusnya kalau yang ori beneran justru malah murah Suzuki. Mahal karena impor," ujarnya. Ia mencontohkan komponen balancer (jalu stang) yang dijual dengan harga Rp 90.000 per unit lantaran masih didatangkan dari luar negeri. Rudi menjelaskan, sebagian besar sparepart Suzuki memang masih mengandalkan produk impor sehingga harganya relatif lebih tinggi dibandingkan komponen yang sudah diproduksi lokal. "Kalau sama-sama Indonesia, Suzuki murah," tambahnya. Purnama Motor, bengkel spesialis Suzuki di Bogor Soal Keawetan Sparepart Meski harganya kerap dianggap lebih tinggi, Rudi menilai sparepart Suzuki memiliki keawetan yang lebih baik dibandingkan sebagian sparepart motor lain yang beredar di pasaran, khususnya sejak maraknya penjualan daring. "Banyak yang ini, kadang daleman enggak jelas bungkusnya Honda kayak gitu. Barang-barang kayak barang enggak jelas sih kalau menurut saya dalamannya, dibungkus Honda, apalagi semenjak ada online," jelasnya. Rudi menambahkan, sparepart Suzuki sebenarnya juga tersedia di platform daring, meski jumlahnya tidak sebanyak Honda dan Yamaha. Ia mengingatkan konsumen untuk lebih berhati-hati memilih sparepart di toko daring lantaran maraknya produk dengan kualitas dan asal-usul yang tidak jelas.