Memiliki sepeda motor baru tentu memberikan kemudahan dalam hal perawatan. Seluruh kebutuhan suku cadang (sparepart) umumnya dijamin ketersediaannya oleh bengkel resmi dari merek tersebut. Namun, kondisinya berbeda bagi yang ingin mengoleksi sepeda motor jadul. Unit yang usianya sudah belasan tahun kerap membuat pemiliknya kesulitan mencari suku cadang di diler resmi, bahkan harus inden karena stoknya tidak tersedia. Sebagai solusinya, pemilik motor Suzuki dapat menyambangi toko yang menjadi distributor suku cadang resmi. Salah satu tempatnya berada di Jalan Kebon Jeruk VII, Jakarta Barat, yakni Sena Erajaya Agung. Toko sparepart Suzuki di Jalan Kebon Jeruk, Sena Erajaya Agung Rudi, petugas dari Sena Erajaya Agung, menjelaskan bahwa tokonya tidak berfokus pada penjualan daring, melainkan melayani pembeli yang datang langsung ke lokasi. “Online-nya enggak, kita offline. Cuma seller banyak yang ambil di sini juga,” ujar Rudi kepada Kompas.com, belum lama ini. Motor Suzuki yang Masih Sering Dicari Rudi menceritakan, terdapat beberapa model motor Suzuki lawas yang suku cadangnya masih terus dicari oleh konsumen hingga saat ini. “Keluarga Shogun, Smash, semua Satria. Matiknya dari Spin masih ada. Spin, Skywave, Skydrive, dan Hayate kan satu barengan, jadi sparepart 80 persen sama lah. Bodi pasti masih ada juga,” kata Rudi. Stigma Harga Sparepart Mahal Terkait anggapan bahwa harga suku cadang Suzuki tergolong mahal, Rudi meluruskan bahwa hal tersebut lebih dipengaruhi oleh persepsi di pasar luar akibat kelangkaan barang. “Kalau harga, sebenarnya enggak (mahal). Image aja, soalnya saking barang di luar enggak ada, orang (toko) di luar kadang-kadang jualnya dilebihkan,” kata Rudi. Toko sparepart Suzuki di Jalan Kebon Jeruk, Sena Erajaya Agung Menurut Rudi, jika konsumen datang langsung ke toko distributor resmi, harga yang ditawarkan masih sangat bersaing. “Kalau datang sendiri ke tempatnya enggak lah (mahal). Kalau dibandingkan dengan Yamaha, sekarang imbang lah, cuma kalau awet jauh,” ucapnya.