Menangani servis sepeda motor Suzuki, baik keluaran terbaru maupun lawas, ternyata punya tantangan yang berbeda. Rudi, pemilik Bengkel Purnama Motor di Bogor spesialis merek Suzuki, membagikan pengalamannya menangani kedua jenis motor tersebut. Motor Baru Lebih Canggih Menurut Rudi, motor Suzuki keluaran terbaru kini dilengkapi teknologi yang semakin canggih, salah satunya sistem Integrated Starter Generator (ISG) yang berfungsi memperhalus starter motor serta membantu menghemat BBM. Ilustrasi Satria Pro di diler Suzuki Kecanggihan tersebut, di satu sisi memberikan kenyamanan berkendara. Namun, di sisi lain, sistem elektronik yang semakin kompleks juga membuka peluang munculnya masalah baru yang sebelumnya tidak ditemukan pada motor dengan sistem lebih sederhana. Rudi mengungkapkan, meski dibekali teknologi yang lebih modern, motor-motor baru tersebut tidak sepenuhnya bebas dari masalah. Justru, semakin canggih sebuah komponen, semakin besar pula kemungkinan munculnya gangguan atau error pada sistemnya. "Kayak sistem elektronik-elektroniknya ada kemajuan, lebih canggih, lebih meningkat. Cuma ya pasti ada aja, semakin canggih makin banyak masalah. Kayak elektronik-elektroniknya, ISG, kadang suka error," ujar Rudi kepada Kompas.com belum lama ini. Motor Lawas Andalkan Spare Part Impor Berbeda dengan motor baru yang identik dengan isu elektronik, motor Suzuki keluaran lama justru menghadapi tantangan dari sisi ketersediaan dan harga spare part. Rudi menjelaskan, ketersediaan spare part untuk motor keluaran baru sebenarnya masih aman, namun harga menjadi persoalan pada motor-motor tua seperti Shogun 110. "Kalau buat motor-motor baru mah aman, masih banyak spare part. Cuma harganya emang (mahal), apalagi yang motor-motor tua tuh, Shogun 110," ujarnya. Ia menyebut sebagian besar komponen pada motor lawas tersebut bergantung pada impor, sehingga harganya cenderung naik setiap tahun mengikuti kenaikan bahan baku. Rudi mencontohkan, kampas kopling ganda pada Suzuki Shogun 110 kini dibanderol lebih dari Rp 1 juta. Kondisi serupa juga ditemukan pada Suzuki Burgman 200, motor yang belakangan kembali diminati karena banyak yang direstorasi. Cuci motor Menurut Rudi, komponen pengereman seperti cakram belakang pada motor ini dijual seharga sekitar Rp 1 juta, sementara karet cover head dibanderol sekitar Rp 200.000. Alternatif Spare Part KW untuk Motor Lawas Untuk mengakali mahalnya harga spare part original pada motor lawas, Rudi menyarankan konsumen mempertimbangkan spare part KW bermerek sebagai alternatif, asalkan dipasang dengan tepat oleh teknisi yang memahami karakteristik motor tersebut. "Bisa aja pakai yang KW. Ya lumayan juga sih barangnya, ya aman sih sampai sekarang enggak ada kendala, udah hampir setahun," ujarnya.