Suzuki resmi memperkenalkan mobil listrik mungil terbarunya, e Sky, yang merupakan versi produksi dari konsep Vision e-Sky yang diperkenalkan pada 2025. Berbeda dari beberapa mobil konsep yang mengalami banyak perubahan saat masuk tahap produksi, Suzuki e Sky masih mempertahankan sebagian besar desain awalnya. Hanya beberapa detail yang dibuat lebih sederhana untuk menyesuaikan kebutuhan produksi massal. Suzuki e Sky akan mulai dijual di Jepang pada musim gugur 2026. Sementara pasar Eropa dan Inggris diperkirakan akan mendapatkan mobil listrik ini mulai 2027. Kehadiran e Sky menjadi langkah Suzuki memperluas jajaran kendaraan listrik. Model ini menjadi mobil listrik produksi ketiga Suzuki setelah e Vitara di segmen SUV ringkas dan e Every untuk kendaraan niaga ringan. Selain itu, e Sky juga menjadi mobil listrik penumpang pertama Suzuki yang masuk ke segmen kendaraan listrik ringan alias Kei Car di Jepang yang tengah berkembang. Suzuki e Sky Masih Bawa Desain Konsep Mengutip Carscoops, Senin (24/8/2026), secara tampilan, Suzuki e Sky terlihat sebagai evolusi dari Vision e-Sky. Meski sudah masuk tahap produksi, karakter desain mobil konsep masih cukup terasa. Bagian depan kini menggunakan lampu utama LED berukuran lebih besar dengan tampilan lebih gelap. Sementara gril LED yang ada pada versi konsep diganti dengan panel hitam yang lebih sederhana. Logo Suzuki ditempatkan di bagian depan dengan desain hidung yang memiliki lekukan lebih tegas. Bumper depan juga mendapatkan satu lubang udara untuk membantu sistem pendinginan. Beralih ke bagian samping, Suzuki tetap mempertahankan konsep atap melayang (floating roof) dan panel bodi sewarna di pilar C. Namun, beberapa bagian mengalami penyesuaian seperti penggunaan pelek yang lebih kecil, kaca spion berukuran lebih besar, serta gagang pintu konvensional yang mengingatkan pada Suzuki Alto. Di bagian belakang, perubahan terlihat pada desain lampu LED yang dibuat lebih besar, gagang pintu bagasi yang terlihat jelas, serta tambahan cladding sewarna bodi pada bumper belakang. Sebagai kendaraan kei car, Suzuki e Sky tetap memiliki dimensi kompak sesuai regulasi Jepang. Mobil ini memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, dengan jarak sumbu roda 2.460 mm. Suzuki e Sky Kabin Lebih Fungsional Masuk ke kabin, Suzuki e Sky mengusung desain yang lebih sederhana dibandingkan versi konsep. Material futuristis dan pencahayaan ambient pada Vision e-Sky digantikan dengan pendekatan yang lebih praktis. Hal ini dilakukan agar harga mobil tetap kompetitif di pasar. Bagian tengah dasbor menggunakan layar infotainment berukuran 10,1 inci yang dipadukan dengan panel instrumen digital. Suzuki juga masih mempertahankan penggunaan tuas transmisi otomatis konvensional serta panel khusus untuk mengatur sistem pendingin kabin. Beberapa fitur yang tersedia antara lain kompartemen tambahan di sisi penumpang, jok dan setir dengan pemanas, rem parkir elektrik, hingga sistem heat pump. Sistem heat pump tersebut dipadukan dengan pemanas udara elektrik untuk menjaga efisiensi penggunaan baterai saat menghadapi cuaca dingin. Seperti kebanyakan kei car, Suzuki e Sky memiliki konfigurasi empat penumpang dengan ruang bagasi berukuran kecil. Suzuki e Sky Baterai 26 kWh, Jarak Tempuh Capai 310 Km Suzuki e Sky dibangun menggunakan platform Heartect e yang dikembangkan khusus untuk kendaraan listrik perkotaan. Mobil ini menggunakan sistem penggerak roda depan dengan e-Axle yang menggabungkan motor listrik, inverter, dan sistem transmisi dalam satu unit. Suzuki memang belum mengumumkan tenaga resmi dari motor listriknya. Namun, aturan kei car di Jepang membatasi tenaga maksimal hingga 63 hp atau sekitar 47 kW. Untuk sumber tenaga, Suzuki e Sky menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh. Meski kapasitasnya tergolong kecil, Suzuki menargetkan jarak tempuh hingga 310 km dalam sekali pengisian daya. Angka tersebut cukup tinggi untuk ukuran kei car listrik. Sebagai perbandingan, BYD Racco memang memiliki jarak tempuh lebih jauh hingga 320 km, tetapi menggunakan baterai yang lebih besar dengan kapasitas 35,84 kWh. Kemampuan jelajah Suzuki e Sky didukung oleh desain aerodinamika yang lebih efisien, peningkatan efisiensi motor listrik, serta bobot kendaraan yang ringan. Mobil listrik mungil ini memiliki bobot sekitar 1.030 kg. Suzuki e Sky Bisa Fast Charging dan Jadi Sumber Listrik Darurat Suzuki e Sky mendukung beberapa pilihan pengisian daya. Menggunakan sumber listrik rumah standar, pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar delapan jam. Sementara dengan wallbox 6 kW, waktu pengisian bisa dipangkas menjadi sekitar 4,5 jam. Mobil ini juga mendukung pengisian cepat DC 50 kW. Suzuki mengklaim baterai bisa terisi hingga 80 persen dalam waktu sekitar 25 menit. Selain itu, e Sky sudah dilengkapi fitur Vehicle-to-Home (V2H). Melalui fitur tersebut, energi dari baterai mobil bisa digunakan untuk memasok listrik ke perangkat eksternal dengan output AC 100V/1.500W. Tidak Hanya Dijual di Jepang Suzuki e Sky akan mulai meluncur di Jepang pada musim gugur 2026. Di pasar domestiknya, mobil ini akan bersaing dengan Nissan Sakura, Mitsubishi eK X EV, Honda N-One e, serta BYD Racco. Namun, Suzuki juga menyiapkan ekspansi ke pasar global. Mulai 2027, Suzuki e Sky diperkirakan akan dipasarkan di Eropa dan Inggris. Di sana, mobil listrik mungil ini akan berhadapan dengan Renault Twingo E-Tech, Dacia Spring, serta Volkswagen ID.Every1 versi produksi. Kehadiran e Sky menjadi salah satu upaya Suzuki memperkuat lini kendaraan listriknya, terutama untuk konsumen yang membutuhkan mobil dengan dimensi ringkas untuk penggunaan harian di perkotaan.