Artikel mengenai diskon mobil listrik pada September 2026 menjadi salah satu informasi otomotif yang banyak dibaca. Salah satunya membahas BYD M6 yang mendapatkan potongan harga hingga Rp 30 juta. Selain itu, pengalaman pengguna Aion UT mengenai kenyamanan, jarak tempuh, hingga biaya kepemilikan selama setahun juga menarik perhatian pembaca. Di sisi lain, informasi mengenai ketersediaan sparepart Suzuki di bengkel umum turut menjadi sorotan. Sejumlah bengkel mengungkap alasan mereka memilih tidak menyetok komponen Suzuki. Untuk lebih lengkapnya, berikut rangkuman daftar Populer Otomotif Kompas.com, Rabu (9/9/2026): 1. Diskon Mobil Listrik per September 2026: BYD M6 Tembus Rp 30 Juta Wuling Aira EV edisi Toy Story 5 meluncur di GIIAS 2026 Memasuki September 2026, sejumlah pabrikan mobil listrik masih menawarkan program penjualan untuk menarik minat konsumen. Namun, berbeda dengan mobil konvensional yang banyak mendapatkan potongan harga besar, promo kendaraan listrik saat ini masih didominasi oleh fasilitas tambahan seperti pemasangan wall charger gratis hingga subsidi pembelian. Salah satu model yang mendapatkan potongan harga adalah BYD M6 EV. MPV listrik tersebut ditawarkan dengan diskon hingga Rp 30 juta. 2. Curhat Pengguna Aion UT: Kabin Lega dan Jarak Tempuh Jadi Unggulan, tapi Ini Minusnya Karina pemilik Aion UT Pilihan mobil listrik di Indonesia semakin beragam dengan hadirnya berbagai model dari sejumlah pabrikan. Salah satu yang menarik perhatian konsumen adalah Aion UT. Mobil listrik ini menawarkan sejumlah fitur yang cukup lengkap, mulai dari kabin luas, kenyamanan penumpang, hingga kemampuan jarak tempuh yang cukup jauh. Salah satu pengguna Aion UT, Karina, karyawan swasta asal Bintaro, Tangerang Selatan, memilih mobil listrik tersebut karena menilai fitur yang ditawarkan cukup sepadan dengan harga yang dibayarkan. 3. Dua Merek Motor yang Punya Sparepart Langka Kawasaki resmi luncurkan Modenas Brusky 125 dan KLX150 XPL di PRJ 2026 Anggapan bahwa bengkel menolak motor tertentu karena kerusakannya rumit ternyata tidak selalu benar. Dari penelusuran Kompas.com ke sejumlah bengkel umum, sebagian mekanik justru mengaku motor yang mereka hindari sebenarnya tidak sulit dari sisi teknis pengerjaan. Yang jadi masalah adalah ketersediaan komponen penggantinya di pasaran.