Suzuki tengah menyiapkan sistem keselamatan berkendara yang lebih terjangkau agar teknologi bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance System (ADAS) bisa digunakan pada lebih banyak mobil, termasuk model dengan harga terjangkau. Teknologi tersebut saat ini dikembangkan untuk pasar India dengan menyesuaikan kondisi lalu lintas setempat. Suzuki menyebut sistem ini sebagai konsep just-right ADAS, yaitu teknologi keselamatan yang dibuat sesuai kebutuhan sekaligus tetap menekan biaya. Katsuhiro Kato, Chief Technology Officer Suzuki, mengatakan penggunaan ADAS seharusnya tidak hanya terbatas pada mobil-mobil mahal. “Memasang sistem bantuan pengemudi canggih yang mahal hanya pada beberapa mobil mewah tidak akan mengurangi kecelakaan di masyarakat,” kata Kato, mengutip Autocar India, Rabu (30/9/2026). Suzuki mencatat lebih dari 177.000 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di India sepanjang 2024. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Suzuki ingin membuat teknologi keselamatan bisa digunakan lebih luas. ADAS Jadi Fitur Standar Dalam pengembangan tersebut, Suzuki berencana menjadikan sejumlah fungsi utama ADAS sebagai perlengkapan standar. Beberapa di antaranya adalah pengereman darurat otomatis dan pencegahan mobil keluar jalur. Sementara itu, fitur tambahan yang lebih berkaitan dengan kenyamanan dan kemudahan berkendara kemungkinan tetap disediakan untuk varian yang lebih tinggi. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi Suzuki untuk membuat teknologi yang dianggap cukup dan sesuai kebutuhan, tanpa menambahkan komponen yang membuat harga kendaraan menjadi lebih mahal. ADAS Suzuki Fronx Andalkan Kamera dan AI, Tanpa Radar Depan Untuk menekan biaya, Suzuki berencana menggunakan kamera beresolusi tinggi yang dipadukan dengan chip kecerdasan buatan atau AI. Sistem pemantauan pengemudi dan penumpang juga akan digabungkan dengan ADAS. Menariknya, Suzuki berencana menghilangkan penggunaan sensor radar di bagian depan kendaraan. Dengan konfigurasi tersebut, Suzuki menargetkan pengurangan biaya yang cukup besar, namun tetap mempertahankan tingkat keselamatan yang sama atau bahkan lebih baik. Meski demikian, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan. Suzuki belum merilis hasil pengujian untuk versi produksi sehingga performanya belum bisa dibandingkan dengan sistem ADAS yang sudah digunakan pada mobil saat ini. Suzuki juga melihat keselamatan kendaraan dari dua sisi, yakni mencegah kecelakaan melalui ADAS dan melindungi penumpang ketika kecelakaan tidak bisa dihindari. Selain teknologi elektronik, Suzuki tengah mengembangkan struktur bodi yang lebih ringan sekaligus tetap dirancang untuk memberikan perlindungan ketika terjadi benturan.