Suzuki merupakan salah satu pabrikan sepeda motor yang sukses melahirkan model legendaris di Indonesia, salah satunya lini Satria. Perjalanan moped underbone ini terbilang sangat panjang, dari era Satria F150 generasi awal yang hadir secara completely built up (CBU) dari Thailand pada 2004, hingga generasi teranyar seperti Satria Pro. Seiring berjalannya waktu dan usia pakai kendaraan yang bertambah, muncul pertanyaan di kalangan pengguna, apakah ketersediaan suku cadang untuk Suzuki Satria F150 dari berbagai generasi ini masih aman di pasaran? Suzuki Satria FU 150 Barong Suku Cadang Masih Lengkap Rudi, salah satu staf dari penyalur resmi suku cadang Suzuki Sena Erajaya Agung di kawasan Kebon Jeruk VII, Jakarta Barat, menegaskan bahwa pemilik Satria F150 tidak perlu khawatir soal komponen pengganti. “Masih. Satria F lengkap, selama di pabrik masih produksi, masih lah (suku cadang aman). Masih gampang didapat (di sini). Kalau di luar saya kurang tahu,” kata Rudi saat ditemui Kompas.com, belum lama ini. Ia menambahkan bahwa jaminan ketersediaan ini tidak hanya berlaku untuk komponen mesin saja, melainkan mencakup panel bodi bervariasi dari tiap generasi. “Bodi juga masih ada,” ujarnya. Persamaan Komponen Versi CBU dan CKD Mengenai generasi awal Satria F150 yang statusnya impor utuh atau CBU Thailand, Rudi menjelaskan bahwa konsumen tidak perlu risau mencari komponen jeroan mesinnya. Pasalnya, sebagian besar komponen mekanisnya memiliki spesifikasi yang identik dengan versi completely knocked down (CKD) atau rakitan lokal. Suzuki Satria F150 di booth Suzuki pada ajang IMOS 2024. “Satria yang CBU, kalau mesin kan sama saja dengan yang CKD. Pakainya itu juga. Hampir sama CBU CKD. Bedanya kan CKD pakai electric starter, yang CBU masih selah. Kalau dalaman mesin, hampir 100 persen sama,” tutur Rudi. Terkait persepsi sebagian orang yang menganggap suku cadang CBU impor memiliki kualitas lebih baik dibanding lokal, Rudi memberikan gambarannya. Menurutnya, pihak pabrikan secara bertahap memproduksi komponen lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar. “Kadang (ada anggapan suku cadang CBU lebih bagus). Cuma kan kalau dari pabrik sudah produksi komponen lokal, kan yang impor kadang-kadang sudah enggak keluar. Cuma memang ada suku cadang yang memang khusus yang impor, lokalnya enggak ada,” kata dia.