Suzuki resmi memperkenalkan mobil listrik mungil terbarunya, e SKY, di Jepang. Mobil ini menjadi mobil penumpang kei listrik penuh pertama Suzuki dan akan mulai dijual di Jepang pada 16 November 2026. Suzuki e SKY mengusung bodi ringkas khas mobil kei dengan konfigurasi empat penumpang. Meski ukurannya kecil, mobil listrik ini menawarkan jarak tempuh hingga 310 km dalam sekali pengisian daya. Mobil listrik tersebut dikembangkan dari konsep Vision e-Sky yang diperkenalkan pada 2025. Versi produksinya tetap mempertahankan bentuk lima pintu dan dimensi kompak, tetapi sejumlah bagian mengalami perubahan. Lampu, bumper, pelek, gagang pintu, hingga rumah kaca spion didesain ulang untuk menyesuaikan kebutuhan produksi. Suzuki e Sky Suzuki e SKY Punya Kabin Praktis Masuk ke kabin, Suzuki mengutamakan kepraktisan dengan menyediakan sejumlah ruang penyimpanan dan tray pada dasbor. Pengemudi mendapatkan panel instrumen digital. Sementara pada varian tertinggi, tersedia layar infotainment berukuran 10,1 inci. Suzuki juga memisahkan panel pengaturan sistem pendingin kabin dari layar infotainment sehingga pengoperasiannya lebih mudah. Untuk konsumen yang ingin membuat tampilan e SKY lebih personal, Suzuki menyediakan sejumlah aksesori tambahan. Ada dua paket tampilan, yakni Mild Sporty dan Neo Future. Paket Mild Sporty memberikan decal berwarna pink, biru, dan abu-abu pada bodi, serta rumah kaca spion berwarna putih. Sementara paket Neo Future menggunakan kombinasi warna kuning dan hitam. Kedua paket tersebut juga mendapatkan stiker senada untuk dasbor dan lampu kabut LED. Selain itu, tersedia quarter garnish dengan delapan pilihan warna serta tiga pilihan decal untuk pintu bagasi. Suzuki e SKY Pakai Baterai 26 kWh Mengutip Carscoops, Rabu (7/10/2026), Suzuki e SKY menggunakan platform Heartect e dan dibekali e-Axle terbaru yang menggabungkan motor listrik, inverter, serta unit reduksi. Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga 94 hp. Namun, output untuk model spesifikasi Jepang kemungkinan dibatasi menjadi 63 hp agar sesuai dengan regulasi mobil kei. Sumber tenaga berasal dari baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh yang ditempatkan di lantai. Baterai tersebut mampu memberikan jarak tempuh hingga 193 mil (310 km) berdasarkan pengujian WLTC. Sistem pengisian dayanya juga sudah mendukung pengisian cepat DC 50 kW. Suzuki menyebut penggunaan e-Axle yang ringkas dan ringan menjadi salah satu faktor yang membantu efisiensi e SKY. Suzuki e Sky Harga Suzuki e SKY Mulai Rp 239 Jutaan Ada Subsidi hingga Rp 64 Jutaan Suzuki e SKY tersedia dalam beberapa varian. Model A sebagai varian terbawah dibanderol 2.120.000 Yen atau sekitar Rp 239,1 juta. Sementara varian G dijual 2.390.000 Yen atau sekitar Rp 269,6 juta, dan varian X sebagai tipe tertinggi dibanderol 2.790.000 Yen atau sekitar Rp 314,7 juta. Namun, konsumen di Jepang bisa mendapatkan subsidi pemerintah daerah hingga 568.000 Yen atau sekitar Rp 64,1 juta. Dengan subsidi tersebut, harga awal Suzuki e SKY bisa turun menjadi 1.552.000 Yen atau sekitar Rp 175,1 juta. Desain mobil listrik mungil Suzuki e Sky sudah tercatat di DJKI. Suzuki e SKY Berpeluang Masuk Indonesia Suzuki e SKY mulai menunjukkan indikasi bakal masuk ke pasar Indonesia. Mobil listrik mungil yang sebelumnya diperkenalkan untuk pasar Jepang itu kini sudah tercatat dalam dokumen Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Indonesia. Meski demikian, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) belum memberikan kepastian mengenai rencana penjualan e SKY di Tanah Air. Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Dony Saputra mengatakan, pihaknya masih belum bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai mobil listrik tersebut. "Terkait hal tersebut, kami belum bisa mengungkap secara lebih jelas pada saat ini. Mohon bersabar menunggu keterangan resmi selanjutnya dari kami," kata Dony kepada Kompas.com, Senin (21/9/2026). Artinya, pencatatan e SKY dalam dokumen DJKI belum bisa menjadi kepastian bahwa mobil listrik tersebut akan dijual di Indonesia. Suzuki masih perlu memberikan informasi resmi mengenai rencana produk tersebut untuk pasar Tanah Air. Suzuki menargetkan penjualan e SKY sebanyak 1.000 unit per bulan di Jepang. Setelah itu, mobil listrik mungil ini juga akan diekspor ke Eropa dan Inggris mulai 2027. Di pasar Eropa, e SKY akan bergabung dengan eVitara dan bersaing di segmen A dengan sejumlah mobil listrik mungil, seperti Renault Twingo, Dacia Spring EV, Nissan Pixo, Fiat 500, dan VW ID. Up!.