Pemilik sepeda motor Suzuki kerap menghadapi kendala saat berburu suku cadang (sparepart), terutama bagi yang tinggal di kawasan yang jauh dari jaringan diler resmi. Meski demikian, berburu suku cadang sebenarnya tak selalu harus ke diler 3S (Sales, Service, Sparepart), melainkan bisa menyambangi toko penyalur resmi sparepart Suzuki. Kebon Jeruk VII Salah satu opsi diler utama khusus suku cadang Suzuki yang terbilang lengkap berlokasi di Jalan Kebon Jeruk VII, Jakarta Barat, yaitu Sena Erajaya Agung. Toko sparepart Suzuki di Jalan Kebon Jeruk, Sena Erajaya Agung Rudi, staf di Sena Erajaya Agung, menjelaskan bahwa ketersediaan suku cadang motor Suzuki di tokonya masih sangat memadai untuk berbagai tipe. “Ketersediaan sparepart di sini sekitar 70 sampai 80 persen masih ada. Paling komponen seperti rumah kopling atau gigi primer yang sudah tidak ada,” ujar Rudi kepada Kompas.com, belum lama ini. Ketersediaan Bergantung pada Stok Pabrik Rudi mengungkapkan bahwa ketersediaan suku cadang di tingkat penyalur resmi sangat bergantung pada status produksi motornya di pabrik utama Suzuki. Selama pihak pabrikan masih memproduksi motor tersebut, stok di penyalur resmi akan terus disuplai secara berkala. “Selama dari pabrik masih diproduksi, kami masih sediakan,” kata Rudi. Jika komponen yang dicari sudah tidak lagi diproduksi oleh pabrikan, Rudi menyarankan para pemilik motor untuk mencari alternatif melalui jaringan komunitas otomotif. Komunitas biasanya memiliki akses ke pemasok khusus yang masih menyimpan stok lama (nos) atau komponen hasil reproduksi. Salah satu Motor Satria 2 Tak koleksi Sakriantoro Satria 2-Tak Suku Cadang Satria 2-Tak Masih Melimpah Menariknya, bagi para pencinta motor 2-tak legendaris seperti Suzuki Satria, ketersediaan komponen di penyalur resmi ini tergolong masih melimpah. Hal ini berlaku seperti untuk Satria 2-tak generasi awal atau yang akrab disapa Satria "Lumba" dengan ciri khas lampu depan berbentuk kotak. “Buat Satria 2-tak sparepart-nya masih banyak, model Lumba atau lampu kotak. Komponen bodi sekitar 70 persen masih ada, bagian mesin juga sama. Kebanyakan yang kosong itu memang part yang sudah stop produksi dari pabriknya,” tutur Rudi.