Industri otomotif nasional memiliki sejumlah faktor yang dapat mendorong pertumbuhan penjualan kendaraan. Namun, tidak semuanya bisa dikendalikan oleh para pemegang merek atau agen pemegang merek (APM). Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Dony Ismi Saputra mengatakan, setidaknya ada tiga hal utama yang dapat menjadi faktor pendorong pasar otomotif dari sisi volume. "Untuk menstimulus pasar, khususnya otomotif ini ada tiga hal. Tiga hal utama yang bisa menjadi faktor pendorong secara volume," ujar Dony, kepada Kompas.com di Jakarta Pusat belum lama ini. Tiga Faktor Pendorong Pasar Otomotif Dony menjelaskan, tiga faktor tersebut adalah kondisi ekonomi, regulasi pemerintah, dan pengenalan produk baru. "Hal yang pertama ini adalah kondisi ekonomi. Kedua adalah regulasi dan ketiga adalah pengenalan produk baru," kata Dony. Menurut dia, dari ketiga faktor tersebut, pengenalan produk baru merupakan hal yang berada dalam kendali pemegang merek. Hal ini berbeda dengan kondisi ekonomi dan regulasi yang berada di luar kendali langsung pelaku industri otomotif. "Kalau pemerintah faktor yang tidak bisa dikontrol, ini adalah regulasi dan kondisi ekonomi," ujar Dony. Dengan demikian, APM memiliki ruang untuk mendorong pasar melalui produk baru. Sementara itu, perkembangan ekonomi dan kebijakan pemerintah menjadi faktor eksternal yang turut menentukan kondisi pasar secara keseluruhan. Ilustrasi pemberian diskon PPnBM pada mobil baru Peran Regulasi Pemerintah Dony mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah memiliki sejumlah kebijakan yang ditujukan untuk mendorong industri otomotif. Ia mencontohkan, program Low Cost Green Car (LCGC) yang menjadi salah satu regulasi untuk industri otomotif. Selain itu, pemerintah juga pernah memberikan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) ketika pandemi Covid-19, termasuk berbagai bentuk insentif lainnya. "Saat ini, regulasi dari pemerintah sudah ada, khususnya untuk industri, dalam program LCGC, kemudian pada saat Covid ada relaksasi PPnBM, insentif, dan lain sebagainya," ucap Dony. Menurut Dony, kebijakan seperti itu menunjukkan bahwa regulasi pemerintah dapat memberikan pengaruh terhadap pergerakan pasar otomotif. Namun, bagi industri, faktor yang tidak kalah penting adalah menjaga kondisi ekonomi agar terus membaik.