Suzuki cukup dikenal dengan kekuatan dari motor sampai suku cadangnya yang awet. Tapi buat merawatnya, paling disarankan menggunakan sparepart original dan dilakukan di bengkel resmi atau spesialis Suzuki. Kalau di bengkel biasa, kadang sulit menemukan tempat yang menyediakan sparepart dari Suzuki. Bahkan akhirnya harus diganti dengan suku cadang lain yang tidak sesuai dan bisa mengurangi rasa berkendara dari motornya. Sulitnya menemukan sparepart Suzuki di bengkel umum ternyata bukan tanpa alasan. Sejumlah pelaku usaha bengkel mengungkapkan pertimbangan bisnis di balik keengganan mereka menyetok komponen motor Suzuki, mulai dari perhitungan untung-rugi hingga jumlah populasi motor di pasaran. Purnama Motor, bengkel spesialis Suzuki di Bogor Motor Jarang di Jalanan Rudi, pemilik Bengkel Purnama Motor di Bogor spesialis merek Suzuki, menjelaskan bahwa sparepart Suzuki sebenarnya cukup mudah ditemukan di bengkel resmi maupun bengkel spesialis karena stoknya rutin didatangkan. Namun, kondisi berbeda terjadi di bengkel umum. "Kalau bengkel-bengkel biasa jarang, karena dia mungkin mikirnya jarang pegang motor itu, jadi ah ya dia mungkin mikirnya rugi juga kalau nyetok barang enggak keluar gitu, nyetok tapi enggak kepakai," ujar Rudi kepada Kompas.com belum lama ini. Ia menambahkan, harga sparepart Suzuki yang relatif lebih tinggi turut membuat bengkel umum berpikir dua kali sebelum menyetok komponen tersebut, mengingat konsumen umumnya mencari harga yang lebih murah. "Orang kan nyarinya yang murah, jadi kalau ada dia nyetok yang mahal mungkin mikir-mikir dua kali, enggak laku," kata Rudi. Pertimbangan bisnis semacam ini juga diungkapkan Dustin dari Garage +62. Menurutnya, keputusan untuk tidak menyetok sparepart Suzuki murni didasari oleh sedikitnya populasi motor Suzuki yang datang ke bengkelnya. "Suzuki saya enggak stock in sparepart-nya karena memang motornya jarang," ujar Dustin. Bengkel spesialis motor Suzuki Aliz Garage di Sawangan, Depok. Sudut Pandang Pelaku Usaha Menanggapi fenomena ini, Teuku Agha, 2W Sales & Marketing Department Head PT Suzuki Indomobil Sales, menilai sikap bengkel umum tersebut merupakan hal yang wajar. Ia menyebut persepsi itu muncul karena jumlah motor merek lain yang terlihat di jalan lebih banyak dibandingkan Suzuki, sehingga bengkel menganggap pasar yang lebih besar akan lebih menguntungkan bisnis mereka. "Kalau ini kan wajar ya sebagai pelaku usaha, kalau lihat di jalan lebih banyak merek selain Suzuki, mereka pasti beranggapan bahwa pasar yang besar yang akan menghasilkan benefit buat bisnis mereka," kata Agha. Purnama Motor, bengkel spesialis Suzuki di Bogor Meski demikian, Agha menilai keengganan tersebut sebenarnya bisa dibalik menjadi peluang usaha tersendiri. Menurutnya, bengkel yang berani fokus melayani motor Suzuki justru berpotensi mendapat keuntungan lebih, mengingat tidak semua bengkel umum memahami karakteristik motor tersebut. "Cuma kalau dilihat sebagai peluang usaha, harusnya fokus spesialis Suzuki akan memberikan benefit yang bagus karena tidak semua bengkel umum paham motor Suzuki," ujar Agha.