Biaya kepemilikan menjadi salah satu pertimbangan Dipa saat memilih Suzuki S-Presso untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Pria berusia 21 tahun yang menjalankan usaha kuliner Mie Noor di Semarang ini sebelumnya menggunakan Mitsubishi Xpander. Namun, kebutuhan akan mobil yang lebih irit dan praktis membuat Dipa beralih ke Suzuki S-Presso tahun 2026. "Alasan utama saya memilih S-Presso karena saya mencari mobil yang irit BBM, ringkas, dan praktis untuk kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya saya menggunakan Xpander yang menurut saya cukup boros," kata Dipa, Jumat (25/9/2026). Biaya bensin Suzuki S-Presso Dalam sehari, jarak tempuhnya berada di kisaran 30-50 km. Mobil juga kerap digunakan untuk keperluan Mie Noor, termasuk berbelanja ke pasar. Untuk kebutuhan bahan bakar, Dipa menggunakan Pertamax atau RON 92. Ia mengeluarkan biaya sekitar Rp400.000 per minggu untuk mengisi bensin. Besaran tersebut tentunya bisa berubah mengikuti jarak tempuh dan intensitas penggunaan mobil. Jika dihitung berdasarkan pengeluaran tersebut, maka biaya bensin Dipa mencapai sekitar Rp 20,8 juta dalam setahun. Perhitungannya berasal dari Rp 400.000 dikalikan 52 minggu. Dengan jarak tempuh sekitar 30-50 km per hari, penggunaan mobil Dipa secara teori berada di kisaran 10.950-18.250 km per tahun apabila digunakan setiap hari. Artinya, biaya bahan bakar menjadi komponen terbesar dalam pengeluaran rutin S-Presso miliknya. Suzuki S-Presso Belum mengeluarkan biaya servis Untuk biaya servis, Dipa belum bisa memberikan angka karena mobilnya masih baru dan belum menjalani servis berkala pertama. "Karena masih baru, saya belum melakukan servis berkala pertama, jadi belum bisa memberikan angka berdasarkan pengalaman pribadi," kata Dipa. Dengan kondisi tersebut, biaya servis yang sudah dikeluarkan Dipa hingga saat ini adalah Rp0. Angka tersebut bukan berarti S-Presso tidak membutuhkan biaya perawatan, melainkan karena pemilik belum mengeluarkan biaya untuk servis berkala pada saat memberikan informasi. Pajak sekitar Rp 2 juta per tahun Selain bensin dan servis, biaya yang perlu diperhitungkan adalah pajak kendaraan. Dipa mengatakan pajak tahunan S-Presso miliknya diperkirakan berada di kisaran Rp 2 juta. "Untuk pajak tahunannya nanti saya bisa konfirmasi setelah dokumen kendaraan sudah lengkap. Kurang lebih berada di kisaran Rp 2 jutaan, tergantung detail kendaraan dan wilayah," ujarnya. Karena dokumen kendaraan belum lengkap, angka tersebut masih berupa perkiraan dari pemilik, bukan nilai pajak final. Untuk menghitung biaya kepemilikan, digunakan angka Rp 2 juta per tahun. Total biaya S-Presso selama setahun Jika hanya menghitung biaya yang sudah diketahui berdasarkan keterangan Dipa, yakni bensin, servis, dan pajak, maka pengeluarannya dalam satu tahun sebagai berikut: Bensin: Rp 400.000 x 52 minggu = Rp 20.800.000 Servis: Rp 0 Pajak: sekitar Rp 2.000.000 Total biaya yang perlu disiapkan sekitar Rp 22.800.000 per tahun. Jika dibagi 12 bulan, rata-rata pengeluarannya menjadi sekitar Rp 1,9 juta per bulan. Sementara jika dibagi 365 hari, biaya kepemilikannya sekitar Rp 62.500 per hari. Perhitungan tersebut belum memasukkan biaya lain seperti tol, parkir, cuci mobil, penggantian ban, aki, maupun perbaikan di luar servis berkala. Dengan demikian, angka Rp 22,8 juta tersebut merupakan gambaran biaya berdasarkan pengalaman dan perkiraan Dipa saat ini, bukan biaya kepemilikan S-Presso yang berlaku sama untuk seluruh pengguna.