Meluncur sejak 2025, Fronx menjadi modal baru Suzuki untuk berkompetisi di segmen SUV ringkas yang trennya sedang naik daun. Suzuki Fronx saat ini dipasarkan dalam tujuh varian, dengan tambahan model Kuro yang baru saja diluncurkan pada ajang GIIAS 2026 lalu. Dari tujuh tipe yang dipasarkan, beberapa variannya sudah mengusung teknologi elektrifikasi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) atau yang akrab disebut mild hybrid. Adanya perbedaan tersebut membuat Fronx memiliki dua jenis mesin bensin yang digunakan, yakni K15B dan K15C. Lantas, apa bedanya? Suzuki Fronx SGX Kuro Hybrid Secara garis besar, keduanya sama-sama berkapasitas 1.500 cc. Namun, dari segi teknis tenaga, torsi, dan teknologi, ada perbedaan yang cukup signifikan. K15B Secara teknis, mesin K15B mengusung konfigurasi 4-silinder segaris DOHC 16 katup dengan sistem Multi-Point Fuel Injection (MPFI). Mesin ini juga serupa dengan dapur pacu yang digunakan Jimny, XL7, dan Ertiga. Sementara pada Fronx, mesin K15B digunakan pada varian GL. Dari segi performa, mesin K15B mampu menghasilkan tenaga sebesar 104,6 Tk pada 6.000 rpm dan torsi 138 Nm pada 4.400 rpm. Mesin K15B Suzuki Fronx GL Tenaga tersebut ditransfer ke roda depan melalui dua pilihan transmisi, yakni manual dan otomatis konvensional 4-percepatan. K15C Berbeda dengan mesin K15B, K15C yang digunakan pada Suzuki Fronx varian GX dan SGX dilengkapi teknologi SHVS atau mild hybrid. Teknologi SHVS menggabungkan mesin pembakaran internal dengan Integrated Starter Generator (ISG) dan baterai lithium-ion. ISG sendiri punya peran ganda, yakni sebagai alternator dan motor listrik, untuk memberikan dorongan tenaga saat dibutuhkan sekaligus mengurangi beban kerja mesin. Sementara baterai lithium-ion menyimpan energi hasil regenerasi dan digunakan untuk mendukung akselerasi. Suzuki Fronx SGX Secara garis besar, sistem SHVS menjalankan tiga fungsi utama, yakni Acceleration Assist, Regenerative Braking, dan Engine Auto Stop. Perbedaan lainnya terletak pada sistem Dualjet Injection di K15C, yang membuat proses pengabutan lebih presisi dibandingkan MPFI. Alhasil, sistem ini dapat menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna dan efisien. Meski memiliki kapasitas yang sama, yakni 1.500 cc, K15C menghasilkan tenaga dan torsi yang sedikit lebih rendah dibandingkan K15B, yakni 100,6 Tk dan 135 Nm pada 4.400 rpm. Harga Adanya perbedaan mesin tersebut memberikan opsi bagi konsumen. Bagi yang mengutamakan performa, bisa memilih K15B, sementara yang mengutamakan efisiensi bahan bakar, K15C bisa menjadi pilihan. Suzuki Fronx di GIIAS 2025 Sementara dari segi harga, berikut daftar terbarunya untuk wilayah Jakarta per Agustus 2026: FRONX GL - MT Rp 262.500.000 FRONX GL - AT Rp 275.500.000 FRONX GX - MT Rp 286.900.000 FRONX GX - AT Rp 303.200.000 FRONX SGX - AT Rp 329.300.000 FRONX SGX - AT 2TONE Rp 331.300.000 FRONX SGX - AT KURO Rp 333.800.000