Langkah strategis diambil oleh Suzuki Global dalam menatap era kendaraan ramah lingkungan. Pabrikan berlambang 'S' ini bersiap memperkenalkan Suzuki Fronx Flex Fuel, sebuah model konsep yang diklaim lebih hijau berkat kemampuannya menenggak bahan bakar dengan campuran etanol tinggi hingga E85. Sebagai informasi, istilah Flex Fuel Vehicle (FFV) merujuk pada kendaraan yang dirancang untuk dapat beroperasi menggunakan lebih dari satu jenis bahan bakar. Umumnya, sistem ini mengombinasikan bensin konvensional dengan etanol dalam berbagai kadar campuran. Secara teknis, Fronx Flex Fuel dirancang agar kompatibel dengan campuran E20 hingga E85, yang artinya komposisi bahan bakar terdiri dari 85 persen etanol dan 15 persen bensin. Suzuki Fronx IIMS 2026 Menariknya, kabar terbaru menyebutkan bahwa Fronx rakitan Maruti Suzuki yang akan meluncur dalam waktu dekat ini, bahkan disebut-sebut bisa mengonsumsi bahan bakar hingga 100 persen etanol alias E100. “Kami percaya teknologi Flex Fuel adalah solusi transisi yang realistis sebelum elektrifikasi penuh bisa diakses secara luas,” tulis Suzuki Global dalam pernyataan resminya. Bicara spesifikasi, Fronx Flex Fuel dikabarkan bakal menggendong jantung pacu 1.2 liter bensin yang telah mendapat modifikasi khusus. Penyesuaian ini dilakukan agar mekanis pacu mampu beradaptasi dengan karakteristik kandungan etanol tinggi. Suzuki Fronx Flex Fuel Concept diperkenalkan pada ajang Japan Mobility Show 2025. Mesin tersebut dikembangkan dari basis mesin K-Series milik Suzuki, yang selama ini memang terkenal dengan karakternya yang efisien dan berbobot ringan. Meski Suzuki masih menutup rapat keran informasi terkait angka performa, sebagai gambaran, versi bensin murni yang beredar di India mampu memuntahkan tenaga sekira 88 tk dan torsi 113 Nm. Sementara untuk varian mesin 1.5 liter K15B, memiliki daya 104 tk dan torsi 138 Nm. Melalui kalibrasi ulang pada sistem manajemen bahan bakar dan ECU (Engine Control Unit), performa Fronx Flex Fuel diyakini bakal tetap optimal. Walaupun secara karakteristik, etanol memiliki densitas energi yang lebih rendah ketimbang bensin murni. Suzuki Fronx Flex Fuel diperkenalkan pada ajang Japan Mobility Show 2025 Dalam proyek ini, Suzuki memilih India sebagai laboratorium utama pengembangan teknologi bahan bakar alternatif. Maruti Suzuki, selaku anak perusahaan terbesar mereka di Negeri Mudik tersebut, memang sudah lama menjadi pemain kunci dalam pengembangan kendaraan berbasis etanol dan CNG (Compressed Natural Gas). Pada saat banyak pabrikan global berbondong-bondong langsung beralih ke elektrifikasi penuh (BEV), Suzuki memilih pendekatan yang lebih berjenjang. Teknologi Flex Fuel dinilai sebagai solusi transisi yang jauh lebih realistis, terutama untuk pasar negara berkembang yang infrastruktur pengisian daya listriknya belum merata. Suzuki Fronx Flex Fuel Fronx sendiri di Indonesia sudah diproduksi secara lokal oleh PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) di Cikarang, Jawa Barat. Terkait bahan bakarnya, untuk Fronx yang dipasarkan di Tanah Air, belum memiliki kemampuan untuk menggunakan E100. Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan, Fronx buatan Indonesia baru bisa menggunakan E10 alias 10 persen etanol. Dia mengaku belum mengetahui informasi seputar perubahan teknis jika ingin meningkatkan persentase etanol pada Fronx. "Belum dapat informasi sejauh itu, karena menyangkut desain secara keseluruhan," ujar Hariadi, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang