Video yang memperlihatkan antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) viral di media sosial. Yang menarik perhatian, antrean tersebut didominasi sepeda motor sport lawas Suzuki Thunder dengan tangki bahan bakar minyak (BBM) yang telah dimodifikasi. Larangan isi BBM untuk pengguna motor Suzuki Thunder Dalam video yang diunggah akun Instagram @galuhpanji29, tampak sejumlah Suzuki Thunder mengantre di jalur pengisian Pertalite dengan tangki berukuran besar yang membuat bentuk motornya terlihat tidak biasa. "Motornya pada hamil," tulis akun Instagram @galuhpanji29, Rabu (15/7/2026). Saat dikonfirmasi Kompas.com (16/7/2026), pemilik akun, Galuh Panji Sulung, mengatakan video tersebut direkam di salah satu SPBU Pertamina di kawasan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Tangki Modifikasi Jadi Sorotan Unggahan tersebut langsung memicu beragam komentar warganet. Banyak yang mempertanyakan kapasitas tangki motor-motor tersebut karena dinilai mampu menampung BBM jauh lebih banyak dibandingkan spesifikasi bawaan pabrik. Padahal, berdasarkan data spesifikasi resmi, Suzuki Thunder 125 hanya dibekali tangki berkapasitas 14 liter. Meski sudah tergolong besar untuk motor sport ringan pada masanya, kapasitas tersebut masih jauh di bawah ukuran tangki yang terlihat dalam video viral. Keberadaan tangki modifikasi ini juga dinilai membuat proses pengisian BBM menjadi lebih lama. Akibatnya, antrean kendaraan di SPBU berpotensi semakin panjang, terutama di jalur Pertalite yang belakangan dipadati pengendara setelah kenaikan harga Pertamax. Antrean pengisian BBM Pertalite di SPBU Pertamina Manahan Solo, Kamis (11/6/2026) Pertamina: Harus Ditertibkan Menanggapi video tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan penggunaan tangki modifikasi untuk membeli BBM bersubsidi perlu menjadi perhatian. Menurut dia, praktik tersebut berpotensi mengganggu distribusi BBM agar tepat sasaran, sekaligus memperpanjang antrean di SPBU. "Hal seperti ini jelas harus ditertibkan karena ini dapat dikatakan penyebab pendistribusian tidak tepat sasaran," ujar Roberth kepada Kompas.com, Kamis (16/7/2026). Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal, ke depan Pertamina mungkin saja akan mendorong pengawasan terhadap kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi saat melakukan pengisian BBM, khususnya untuk jenis bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite.