- Suzuki selama ini lebih dikenal lewat sebagai pabrikan yang memproduksi mobil-mobil praktis seperti Carry, Jimny, hingga Swift. Namun pada awal 1990-an, pabrikan asal Jepang tersebut pernah memiliki mobil sport mungil yang kini menjadi buruan kolektor, yakni Suzuki Cara. Dilansir dari Carscoops, mobil ini merupakan kei car bermesin tengah atau mid-engine yang dipasarkan pada 1993 hingga 1994. Meski dimensinya ringkas, mobil ini mengusung konfigurasi yang lazim ditemui pada mobil sport, mulai dari mesin yang ditempatkan di belakang kabin, penggerak roda belakang (RWD), hingga pintu bergaya gullwing yang membuka ke atas. Suzuki Cara Suzuki Cara sejatinya merupakan saudara kembar Mazda Autozam AZ-1. Keduanya lahir dari kerja sama Suzuki dan Mazda. Mazda mengembangkan sasis serta proses produksinya, sementara Suzuki memasok mesin tiga silinder turbo berkapasitas 657 cc. Meski tampil hampir identik, Suzuki Cara jauh lebih langka dibandingkan Autozam AZ-1. Mazda memproduksi sekitar 4.392 unit Autozam AZ-1, sedangkan Suzuki Cara hanya dibuat sebanyak 533 unit selama masa produksinya. Asal Mula Konsep Suzuki Cara sebenarnya berawal dari mobil konsep Suzuki RS/1 bermesin tengah yang diperkenalkan pada 1985. Suzuki Cara Konsep tersebut kemudian dikembangkan oleh tim Mazda yang dipimpin Toshihiko Hirai, sosok yang juga dikenal sebagai pengembang Mazda MX-5, hingga siap diproduksi massal. Dari sisi performa, Suzuki Cara dibekali mesin tiga silinder DOHC 12 katup berkapasitas 657 cc dengan turbocharger. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 64 Tk dan torsi 85 Nm, yang disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual lima percepatan. Angka tenaganya memang tidak besar. Namun, bobot mobil yang hanya sekitar 720 kilogram membuat rasio tenaga terhadap bobotnya cukup menarik. Kombinasi mesin turbo, layout mid-engine, penggerak roda belakang, serta dimensi yang ringkas menghadirkan karakter berkendara yang berbeda dibandingkan kei car pada umumnya. Suzuki Cara Unik Salah satu ciri paling ikonik Suzuki Cara adalah pintu gullwing yang membuka ke atas mirip mobil sport klasik Mercedes-Benz 300 SL, dan sangat jarang ditemukan pada mobil mungil di kelas kei car. Selain pintu gullwing, mobil ini juga mempertahankan berbagai elemen khas mobil sport, seperti hood scoop dan posisi mesin yang ditempatkan di belakang kabin. Masuk ke interior, nuansa sporty langsung terasa melalui penggunaan jok bucket dengan sandaran tetap yang dibalut kain hitam berpadu aksen merah. Kabinnya juga dilengkapi setir tiga palang, pendingin udara (AC), serta sistem audio kaset bawaan pabrik.