Jagat media sosial belum lama ini dihebohkan oleh video viral yang memperlihatkan antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Menariknya, antrean tersebut didominasi oleh para pengguna sepeda motor sport lawas, Suzuki Thunder. Unggahan tersebut langsung memancing beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mempertanyakan sekaligus heran mengenai kapasitas tangki bahan bakar minyak (BBM) dari motor garapan pabrikan berlogo 'S' tersebut, yang dinilai mampu menampung bensin dalam jumlah yang tidak biasa. Padahal, berdasarkan data spesifikasi resmi, Thunder 125 sebenarnya hanya memiliki kapasitas tangki sebesar 14 liter. Memang untuk motor sekelasnya, tangki tersebut tergolong cukup besar dan di atas rata-rata motor sport ringan di eranya. Ilustrasi sepeda motor Thunder. Suzuki Thunder 250 warna ungu di Otobursa Tumplek Blek 2022 Ketegasan Pihak SPBU dan Stigma "Motor Penimbun" Tak kalah menarik, redaksi juga belum lama ini menemukan peringatan pada salah satu SPBU di Jakarta Selatan yang secara spesifik melarang motor Thunder untuk mengisi BBM. Langkah tegas dari pengelola SPBU ini diduga kuat untuk mengantisipasi praktik modifikasi tangki atau penyalahgunaan pembelian BBM bersubsidi oleh oknum pengecer. Pasalnya, motor ini kerap diidentikkan dengan aktivitas melangsir bensin karena volume tangkinya yang bersahabat untuk para pedagang eceran. Komunitas Buka Suara Menanggapi fenomena dan adanya papan larangan tersebut, pihak komunitas pengguna Suzuki Thunder akhirnya angkat bicara. Suzuki Thunder 125 Rohani, Ketua Umum Komunitas Suzuki Thunder (Koster), mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum pernah mengalami penolakan saat mengisi BBM. Begitu pula dengan anggota Koster lainnya. "Mungkin hanya di SPBU-SPBU yang mungkin sudah distempel itu ya? Karena kalau kita bikers, biasanya itu kalau misalkan ada beberapa member yang dilarang, kan kita bisa jawab. Kita ini bukan untuk jual dibelikan lagi, kita ini pengguna," ujar Rohani, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Rohani tidak menampik bahwa citra sepeda motor ini sudah kepalang melekat dengan aktivitas niaga bensin eceran di mata masyarakat luas. Meski begitu, ia menegaskan bahwa fungsi motor ini bagi anggota komunitas murni sebagai kendaraan harian maupun hobi. "Pengguna motor Thunder memang yang hampir orang bilang itu, Thunder itu udah image-nya kan udah buat bensin eceran ya. Nah, tapi selama ini saya dari yang 125 cc sampai 250 cc pun masih boleh," kata Rohani.