Suzuki bersiap memperluas lini kendaraan listriknya dengan menghadirkan mobil listrik mungil yang ditujukan untuk bersaing di segmen EV terjangkau. Model tersebut diproyeksikan menjadi penantang baru bagi mobil listrik berukuran ringkas, seperti BYD Atto 1 atau Honda Super-One. Dikutip dari Autocar.co.uk, Jumat (17/7/2026), Suzuki akan mulai memasarkan versi produksi dari mobil konsep Vision e-Sky di Eropa pada 2027. Kehadirannya juga diposisikan sebagai rival Honda Super-One yang baru meluncur. Dari sisi dimensi, Vision e-Sky memiliki ukuran yang lebih ringkas dibandingkan kedua kompetitornya. Panjang bodinya kurang dari 3,4 meter sehingga menjadi salah satu mobil produksi paling pendek yang dipasarkan, bahkan lebih kecil dibandingkan kendaraan lain yang saat ini dijual di Australia. Interior Suzuki Vision e-Sky Soal harga, disebutkan bahwa mobil listrik tersebut akan dibanderol mulai di bawah 20.000 poundsterling. Angka itu setara sekitar tiga perempat harga Suzuki eVitara varian termurah yang dipasarkan di Australia dengan banderol 49.990 dollar Australia, termasuk ongkos pengiriman. Jika dikonversikan, harga awal e-Sky diperkirakan sekitar 37.000 dollar Australia. Nilai tersebut sekitar 6.000 dollar Australia lebih mahal dibandingkan BYD Atto 1 varian tertinggi, serta sekitar 2.000 dollar Australia di atas MG 4 Urban yang berukuran lebih besar. Meski demikian, model ini tetap akan menjadi mobil listrik paling terjangkau Suzuki di pasar global. "BEV segmen A sangat penting. Ini adalah pendatang baru di segmen yang berbeda bagi kami dan saya sangat antusias dengan prospeknya," kata bos Suzuki UK, David Kateley. Kabin depan Suzuki Vision e-Sky Dimensi Mungil, Jarak Tempuh Kompetitif Vision e-Sky memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.625 mm. Dimensi tersebut membuatnya masuk kategori mobil kei di Jepang, yakni kendaraan berukuran kompak dengan konfigurasi lima pintu dan desain bodi mengotak. Suzuki mengklaim mobil konsep tersebut mampu menempuh jarak lebih dari 270 kilometer dalam sekali pengisian daya. Bila angka itu mengacu pada standar pengujian WLTP Eropa, performanya akan melampaui Honda Super-One yang memiliki jarak tempuh 206 km, sekaligus bersaing dengan BYD Atto 1 yang menawarkan pilihan jarak tempuh 220 km dan 310 km. Suzuki Vision e-Sky tampil di ajang Japan Mobility Show 2025 Kehadiran e-Sky juga menjadi bagian dari strategi Suzuki untuk memenuhi regulasi emisi yang semakin ketat di Inggris. Aturan tersebut memberikan sanksi kepada produsen apabila kontribusi penjualan mobil listrik belum mencapai target yang ditetapkan. Setelah e-Sky, Suzuki dikabarkan telah menyiapkan model listrik ketiga yang dijadwalkan meluncur pada 2029. Autocar berspekulasi model tersebut akan berupa SUV segmen B yang posisinya berada di antara e-Sky dan eVitara. Suzuki Mini Vision e-Sky Dengan demikian, e-Sky akan bersaing langsung dengan BYD Atto 1, sedangkan eVitara menjadi rival BYD Atto 2. Model SUV yang berada di antara keduanya diperkirakan akan menghadapi deretan SUV listrik kompak baru dari Eropa, termasuk Skoda Epiq. Tak Gentar Hadapi Merek China Meski produsen otomotif China semakin agresif di pasar kendaraan listrik, Suzuki mengaku tidak merasa terancam. Suzuki Mini Vision e-Sky Di Inggris, pangsa pasar Suzuki berada di kisaran sedikit di atas 1 persen, angka yang relatif serupa dengan pencapaiannya di Australia. Menurut David Kateley, kondisi tersebut justru membuat tekanan persaingan lebih banyak dirasakan oleh pabrikan besar. "Saya tidak khawatir. Kami adalah merek 1 persen. Produsen besar yang sudah mapan akan lebih merasakannya," kata eksekutif tersebut.