Suzuki Access 125 kini berstatus completely knock down (CKD) di Indonesia. Skutik bergaya klasik modern ini sebelumnya dipasarkan secara completely built up (CBU) langsung dari India sejak diluncurkan di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025. Teuku Agha, 2W Sales & Marketing Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengonfirmasi peralihan status tersebut kepada Kompas.com. Access 125 CKD Sejak April Agha menjelaskan, proses perakitan lokal Access 125 sudah mulai berjalan sejak April 2026. Dengan begitu, Access 125 kini menyusul Burgman Street 125EX yang lebih dulu dirakit di pabrik Suzuki di Tambun, Bekasi, Jawa Barat. "Access dan Burgman sudah CKD. Access CKD bulan April 2026," ujar Agha kepada Kompas.com, Rabu (198/2026). Menurut Agha, pabrik Suzuki di Tambun kini merakit sejumlah model sekaligus, mulai dari Burgman Street 125EX, Access 125, GSX series, Nex, Address, hingga Satria. Produksi Masih Diprioritaskan untuk Burgman Meski Access 125 sudah berstatus CKD, Agha menyebut jumlah produksinya untuk saat ini masih kalah banyak dibanding Burgman Street 125EX. Bukan karena permintaan yang lebih rendah, melainkan keterbatasan kapasitas produksi. Test ride Suzuki Access 125 "Sebenarnya demand-nya sama banyaknya, cuma Suzuki Indonesia sementara ini hanya bisa menyediakan Burgman dengan jumlah lebih banyak dibanding Access. Jadi secara jumlah tetap lebih besar Burgman," kata Agha. Ia menambahkan, dari sisi kualitas maupun proses produksi, tidak ada perbedaan perlakuan antara Access 125 dan model-model lain yang dirakit di Tambun. "Sama, tidak ada beda," ujarnya. Inden Masih Sekitar Sebulan Status CKD nyatanya belum sepenuhnya menuntaskan masalah lamanya waktu tunggu Access 125, seperti yang sempat diberitakan Kompas.com sebelumnya. Saat masih CBU, Access 125 sempat mengalami masa inden yang cukup panjang lantaran unitnya harus didatangkan langsung dari India. Test ride Suzuki Access 125 Agha mengungkapkan, tingginya animo konsumen terhadap Access 125 ternyata melampaui perkiraan Suzuki, sehingga produksi CKD saat ini belum bisa sepenuhnya mengejar permintaan. "Dikarenakan demand-nya ternyata di luar prediksi, jadi saat ini Access masih inden satu bulan," kata Agha.