Garansi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan konsumen saat membeli mobil baru. Pasalnya, garansi memberikan perlindungan terhadap kerusakan komponen kendaraan dalam periode tertentu, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pabrikan. Namun, ada sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan garansi mobil gugur. Hal ini tidak hanya berlaku ketika konsumen lalai melakukan perawatan berkala, tetapi juga saat melakukan modifikasi atau memasang aksesori tambahan yang berdampak terhadap kendaraan. Bayu Agus Mustofa, Head of Aftersales Omoda & Jaecoo Indonesia, mengatakan, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan garansi mobil gugur. Bahkan, dalam kondisi tertentu, garansi kendaraan bisa gugur secara keseluruhan. "Paling gampang adalah lewat atau tidak melakukan perawatan berkala, itu secara otomatis menggugurkan garansi," ujar Bayu, saat ditemui di Jakarta, belum lama ini. JAECOO J5 EV x 347 Homebreaks x NMAA. Pemasangan Aksesori Aftermarket Selain tidak melakukan perawatan berkala, pemasangan aksesori tambahan dari pihak ketiga juga perlu diperhatikan konsumen. Sebab, penggunaan aksesori aftermarket yang berdampak terhadap kerusakan komponen tertentu dapat menyebabkan garansi pada bagian tersebut tidak lagi berlaku. Meski demikian, Bayu menjelaskan, gugurnya garansi akibat pemasangan aksesori dari luar tidak serta-merta berlaku untuk seluruh komponen kendaraan. Dalam kondisi tersebut, garansi hanya gugur secara parsial atau terbatas pada bagian yang terdampak. "Tetapi, apabila memasang aksesoris dari luar, terus itu mungkin berdampak kepada konsumen, apabila itu gugur, itu hanya berlaku parsial," kata Bayu. Bayu mencontohkan, pemasangan dashcam yang terhubung langsung dengan aki dan dibiarkan menyala selama 24 jam. Jika pemasangan tersebut menimbulkan masalah pada sistem kelistrikan, maka komponen yang terdampak akan menjadi bagian yang tidak lagi ditanggung garansi. bodykit Jaecoo J5 EV "Contoh paling umum, saya kasih dua contoh di sini. Yang pertama, semisal dashcam. Dashcam-nya nyala 24 jam, terus itu terhubungnya ke aki, berarti yang kena akpinya doang. Jadi, kelistrikan yang lain tidak," ujar Bayu. Contoh lainnya adalah pemasangan pelek aftermarket atau aksesori tambahan pada bagian kaki-kaki. Apabila pemasangan tersebut menimbulkan kerusakan, maka gugurnya garansi hanya berlaku pada komponen kaki-kaki yang terdampak, bukan seluruh bagian kendaraan. "Contoh kedua, mungkin terkait dengan pelek atau pun aksesoris kaki-kaki yang lain, itu kenanya ke bagian kaki-kaki saja," kata Bayu. modifikasi Jaecoo J5 EV Kecelakaan Tidak Ditanggung Garansi Faktor lain yang dapat menyebabkan garansi tidak berlaku adalah kerusakan akibat keadaan kahar (force majeure) atau faktor eksternal. Salah satu contohnya adalah kerusakan kendaraan yang terjadi akibat kecelakaan. Bayu menegaskan, kerusakan yang disebabkan oleh kecelakaan bukan merupakan bagian dari tanggung jawab garansi pabrikan. Dengan demikian, konsumen perlu memahami perbedaan antara kerusakan akibat masalah pada produk dan kerusakan yang disebabkan oleh faktor dari luar kendaraan. Jaecoo J5 EV edisi Co-Creation "Terus yang terakhir, terkait force majeur atau external factor. Jadi, mungkin kita sama-sama tahu bahwa kecelakaan itu bukan bagian dari garansi. Takutnya ada konsumen yang kecelakaan, lalu mengatakan ini tanggung jawab Jaecoo," ujarnya. Oleh karena itu, konsumen perlu memahami ketentuan garansi yang diberikan pabrikan, termasuk kewajiban melakukan perawatan berkala dan batasan terkait pemasangan aksesori tambahan. Pemahaman tersebut penting agar konsumen dapat memanfaatkan garansi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sekaligus menghindari potensi gugurnya perlindungan terhadap komponen kendaraan.