BYD Atto 3 di Yerusalem Kejadian itu berlangsung ketika mobil sedang berada di dekat lokasi jatuhnya rudal balistik. Ledakan besar membentuk kawah cukup dalam di dekat kendaraan. Meski berada sangat dekat dengan titik ledakan, kabin mobil dilaporkan tetap utuh. GULIR UNTUK LANJUT BACA Layanan darurat Israel, Magen David Adom, menyatakan ada lima orang di dalam mobil saat insiden terjadi. Pengemudi mengalami luka sedang, sementara empat penumpang lainnya hanya mengalami luka ringan dan syok. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.Foto-foto dari lokasi menunjukkan lampu hazard mobil masih menyala setelah ledakan. Artinya, sistem kelistrikan dasar kendaraan masih berfungsi meski terkena gelombang kejut yang sangat kuat.Kabin Tetap UtuhBanyak pihak menilai kejadian ini sebagai bukti ketangguhan struktur mobil tersebut. Walau bukan terkena hantaman langsung rudal, kendaraan tetap terpapar tekanan udara sangat tinggi, serpihan material, serta panas akibat ledakan.Bagian penting seperti pilar depan, tengah, dan belakang (yang biasa disebut pilar A, B, dan C) tidak roboh. Rangka mobil yang didominasi baja berkekuatan tinggi mampu meredam dan menyebarkan energi ledakan.Hal penting lainnya adalah pintu mobil masih bisa dibuka secara normal. Ini memudahkan proses evakuasi tanpa perlu alat pemotong khusus, seperti yang sering digunakan saat kecelakaan berat.Baterai Tidak TerbakarSalah satu kekhawatiran terbesar pada mobil listrik adalah risiko baterai terbakar setelah benturan keras. Namun dalam kasus ini, baterai Blade Battery berbasis lithium iron phosphate (LFP) yang digunakan Atto 3 tidak mengalami kebakaran maupun thermal runaway (reaksi panas berantai yang berbahaya).Padahal, mobil sempat tergelincir sebagian ke dalam kawah akibat ledakan. Kondisi ini menunjukkan sistem baterai tetap stabil meski menghadapi situasi ekstrem.Sebelumnya, model ini juga sudah mengantongi rating keselamatan lima bintang dari lembaga uji tabrak Eropa dan Australia. Di Israel sendiri, Atto 3 termasuk salah satu mobil listrik terlaris dalam dua tahun terakhir. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Peristiwa ini pun memperkuat citra bahwa mobil listrik tidak selalu lebih rentan dibanding mobil bermesin bensin atau diesel. Setidaknya, dalam kejadian ini, struktur kabin dan sistem baterai mampu melindungi penumpang dari risiko yang lebih besar.Meski tentu saja tidak ada mobil sipil yang dirancang untuk menghadapi perang, insiden ini menjadi gambaran nyata bagaimana teknologi keselamatan modern bekerja dalam kondisi yang sangat tidak terduga.