Pabrikan otomotif raksasa asal China, BYD (Build Your Dreams), resmi meluncurkan generasi ketiga dari crossover listrik andalannya, Atto 3, untuk pasar domestik Tiongkok. Mobil listrik ini diklaim mampu melaju hingga 630 km. Menariknya, SUV ringkas berbasis baterai yang juga sudah mengaspal di pasar Indonesia ini mendapatkan ubahan besar-besaran, baik dari sektor kosmetik, fitur kabin, hingga jantung pacunya. Dikutip dari , Jumat (22/5/2026), BYD membanderol Atto 3 generasi terbaru dengan harga yang terbilang agresif. Mobil ini diniagakan mulai 119.900 yuan hingga 149.900 yuan, atau setara dengan Rp 265 jutaan sampai Rp 331 jutaan (kurs 1 yuan = Rp 2.213). BYD Atto 3 generasi terbaru Eksterior Lebih Tajam dan Futuristik Secara estetika, BYD Atto 3 tetap mempertahankan bahasa desain khasnya, yakni "Dragon Face". Namun, para desainer BYD memberikan sentuhan baru pada area fascia atau wajah depan yang kini dibuat lebih datar. Tampilan tersebut dipadukan dengan desain lampu utama yang dibuat lebih ramping, sehingga sukses memancarkan aura futuristik yang kuat. Melihat ke bagian samping, ubahan paling kentara ada pada penggunaan gagang pintu model semi-tersembunyi (semi-hidden door handles). Sementara di bagian buritan, lampu belakang model full-width blade kini memiliki elemen pencahayaan bermotif anyaman yang elegan saat menyala malam hari. BYD Atto 3 generasi terbaru Melihat spesifikasi di atas kertas, mobil ini memiliki dimensi panjang 4.665 mm, lebar 1.895 mm, tinggi 1.675 mm, serta jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 2.770 mm. Sisi kepraktisan pun ditingkatkan. Atto 3 kini dibekali ruang bagasi depan (frunk) elektrik berkapasitas 180 liter yang bisa dibuka hanya dengan ketukan jari. Adapun untuk bagasi belakangnya tergolong lapang, mencapai 750 liter. BYD Atto 3 generasi terbaru Kabin Mewah nan Canggih Masuk ke dalam kabin, aura modern langsung terasa berkat penyematan layar pusat floating khas BYD yang ukurannya kini dibuat lebih melar. Layar interaktif ini juga sudah mengadopsi sistem hiburan DiLink paling anyar. Desain lingkar kemudi alias setir pun berubah menjadi model two-spoke. Menariknya, tuas transmisi yang sebelumnya berada di konsol tengah, kini dipindahkan ke kolom kemudi (column shifter), ditemani dengan perangkat head-up display (HUD) dan wireless charging berdaya 50W. BYD Atto 3 generasi terbaru Kenyamanan penumpang depan juga semakin dimanjakan lewat hadirnya jok elektrik "Queen Seat". Kursi ini sudah dilengkapi penopang kaki (leg rest), fitur ventilasi udara, serta penghangat. Tak ketinggalan, tersemat pula cool box (kotak penyimpanan berpendingin), pemanas setir, hingga sistem audio premium berkonfigurasi 16 speaker. BYD juga cukup cerdas memanfaatkan ruang dengan menghadirkan laci penyimpanan di bawah jok baris kedua, tempat kacamata, dan kompartemen tisu terintegrasi. BYD Atto 3 generasi terbaru Performa Mumpuni dan Adopsi Penggerak Roda Belakang Bicara sektor teknis, Atto 3 generasi terbaru kini mengadopsi arsitektur e-Platform 3.0 Evo besutan BYD, serta ditopang oleh teknologi Blade Battery generasi kedua yang memiliki kemampuan pengisian daya lebih cepat. Berbeda dengan pendahulunya yang menggunakan penggerak roda depan (FWD), kini Atto 3 bertransformasi menggunakan konfigurasi penggerak roda belakang (Rear-Wheel Drive/RWD). Ada dua pilihan motor listrik yang ditawarkan ke konsumen, yakni dengan output tenaga sebesar 200 kW atau setara 268 Tk, dan pilihan performa lebih buas 240 kW atau setara 321 Tk. Kinerja motor listrik tersebut disokong oleh Blade Battery generasi kedua dengan opsi kapasitas 57,5 kWh dan 68,5 kWh. Berdasarkan pengujian CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle), mobil ini diklaim mampu menempuh jarak sejauh 540 km hingga 630 km dalam sekali pengisian daya penuh. BYD Atto 3 generasi terbaru Kaki-kaki dan Fitur Keselamatan Pintar Urusan kenyamanan berkendara, suspensi depan mengandalkan MacPherson Strut independen dan suspensi belakang mengadopsi sistem five-link. Demi menjaga stabilitas dan handling yang presisi saat bermanuver, BYD turut membenamkan sistem kontrol bodi peredaman cerdas DiSus-C, intelligence Torque Adaptation Control (iTAC 2.0), serta Tyre Balance Control (TBC). Sebagai kasta tertinggi, BYD membenamkan sistem bantuan pengemudi canggih (Advanced Driver Assistance System/ADAS) opsional yang disebut DiPilot 300 “God’s Eye B”. Sistem radar pintar ini mengandalkan teknologi Lidar dan total 30 unit sensor radar di sekeliling bodi mobil. Lewat teknologi canggih ini, Atto 3 mampu menjalankan fungsi bantuan navigasi secara otonom (autonomous driving) baik di jalan tol maupun area perkotaan, serta fitur parkir otomatis yang lebih presisi. Kelebihan dan Kekurangan Melihat spesifikasi dan ubahan besar yang dibawa oleh BYD Atto 3 generasi ketiga ini, ada beberapa poin penting yang menjadi nilai jual utama sekaligus catatan yang perlu dipertimbangkan oleh calon konsumen. Poin Plus (Kelebihan) Sistem Penggerak RWD yang Lebih Dinamis: Perpindahan dari penggerak roda depan (FWD) ke penggerak roda belakang (RWD) merupakan peningkatan besar. Karakter RWD memberikan distribusi bobot yang lebih seimbang, traksi yang lebih baik saat akselerasi, serta rasa berkendara (driving involvement) yang jauh lebih menyenangkan dan sporty khas mobil premium. Arsitektur dan Baterai Generasi Terbaru: Penggunaan e-Platform 3.0 Evo dan Blade Battery generasi kedua tidak hanya sekadar kosmetik. Platform baru ini menawarkan efisiensi energi yang lebih baik, struktur bodi yang lebih kokoh, serta kemampuan pengisian daya (charging) yang jauh lebih cepat dibandingkan pendahulunya. Fitur Kenyamanan dan Kepraktisan Jempolan: BYD sangat jeli memanjakan penumpang lewat hadirnya jok elektrik "Queen Seat" dengan leg rest, cool box, hingga frunk (bagasi depan) elektrik berkapasitas 180 liter. Detail-detail kecil seperti kompartemen tisu terintegrasi dan laci di bawah jok baris kedua membuat kabinnya sangat fungsional untuk harian. Teknologi Otonom DiPilot 300 yang Masif: Kehadiran teknologi Lidar dan total 30 sensor radar membuat kemampuan ADAS mobil ini melompat jauh. Kemampuan navigasi otonom di jalan tol dan perkotaan memberikan rasa aman dan kemudahan berkendara di level yang lebih tinggi. Poin Minus (Kekurangan) Desain Kemudi Two-Spoke dan Column Shifter Perlu Adaptasi: Pemindahan tuas transmisi ke kolom kemudi (column shifter) dan desain setir baru bermodel dua palang membutuhkan waktu adaptasi bagi pengemudi yang terbiasa dengan arsitektur interior konvensional. Fitur Tercanggih Bersifat Opsional: Sistem ADAS DiPilot 300 “God’s Eye B” yang menjadi menu utama kecanggihan mobil ini statusnya masih opsional. Artinya, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk bisa menikmati teknologi otonom berbasis Lidar tersebut. Klaim Jarak Tempuh Masih Menggunakan Standar CLTC: Jarak tempuh 540 km hingga 630 km dihitung berdasarkan metode pengujian CLTC (China). Di atas kertas, pengujian CLTC cenderung sangat optimistis. Untuk penggunaan aktual di kondisi nyata atau jika diukur dengan standar WLTP yang lebih ketat, angka jarak tempuh aslinya diprediksi akan mengalami penurunan sekitar 15-20 persen. Kompetitor Atto 3 di Indonesia BYD ATTO 3 Advanced Plus dipamerkan di booth BYD pada IIMS 2026, Jakarta, sebagai salah satu andalan perusahaan di segmen SUV listrik kompak. Pada pasar otomotif Indonesia, segmen Medium SUV listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) dengan rentang harga Rp 400 jutaan hingga Rp 500 jutaan menjadi salah satu medan pertempuran paling panas. BYD Atto 3 yang saat ini dipasarkan di Indonesia menghadang gempuran dari sesama pabrikan asal Tiongkok yang menawarkan kombinasi fitur melimpah dan performa kompetitif. Berikut adalah para rival terdekatnya: 1. Chery Omoda E5 Chery Omoda E5 Bisa dibilang, Chery Omoda E5 merupakan lawan paling sepadan sekaligus rival terberat Atto 3 di tanah air. Secara performa, Omoda E5 dibekali motor listrik bertenaga 155 kW (setara 208 Tk) dan torsi puncak 288 Nm. Ciri khasnya ada pada bahasa desain futuristik yang agresif, serta layar melengkung (curved display) berukuran masif 24,6 inci di dalam kabin yang menjadi pusat perhatian utama bagi konsumen yang menyukai teknologi. 2. MG 4 EV MG 4 EV Ignite Meski hadir dengan siluet bodi yang lebih mendekati sebuah crossover hatchback, MG 4 EV kerap berbenturan langsung dengan segmen konsumen Atto 3 lantaran kesamaan rentang harga. Keunggulan utama MG 4 EV terletak pada arsitektur penggerak roda belakang (RWD) yang sudah diadopsinya sejak awal—karakter yang baru diadopsi Atto 3 pada generasi ketiga di China. Mobil ini menyemburkan tenaga 150 kW dan torsi 250 Nm, menawarkan impresi berkendara yang sangat lincah dan berkarakter sporty. 3. GAC Aion Y Plus Test drive Aion Y Plus di GJAW 2024 Menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda, GAC Aion Y Plus memosisikan diri sebagai SUV ringkas dengan fokus utama pada kelegaan kabin (space-maximizing). Berkat jarak sumbu roda yang optimal, ruang kaki di baris kedua mobil ini tergolong luar biasa lapang layaknya sebuah MPV. Dipersenjatai motor listrik 150 kW dan torsi 225 Nm, Aion Y Plus menjadi opsi kuat bagi konsumen keluarga yang memprioritaskan kenyamanan ruang dalam berkendara harian. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang