Dua hari menjelang pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, persiapan semakin terlihat sibuk di ICE BSD City, Tangerang, Banten. Sejumlah agen pemegang merek (APM) masih merampungkan pembangunan booth dan menata kendaraan yang akan dipamerkan. Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Senin (27/7/2026), salah satu area yang paling mencuri perhatian berada di Hall 10. Booth BYD tampak berdiri megah dengan area pamer yang luas. Menariknya, berbeda dengan penyelenggaraan tahun lalu, kali ini BYD tampil sendiri tanpa ditemani sub-brand premiumnya, Denza. Sebagai perbandingan, pada GIIAS 2025 lalu, luas total booth BYD bersama Denza mencapai sekitar 3.000 meter persegi. Booth BYD di GIIAS 2026 Area pameran yang sangat besar tersebut menjadikannya salah satu booth terluas selama ajang otomotif itu berlangsung di ICE BSD City, tahun lalu. Sementara pada GIIAS 2026, Denza tidak hadir di lantai pamer. Meski begitu, BYD tetap menyiapkan area yang luas untuk menampilkan lini produk dan berbagai aktivitas bagi pengunjung. Denza Sebelumnya, Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menjelaskan, keikutsertaan sebuah merek dalam pameran merupakan bagian dari strategi pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing brand. Menurut Luther, absennya Denza bukan berarti BYD menahan laju penetrasi pasar premium di Indonesia. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan penyesuaian momentum agar sejalan dengan karakter konsumen premium yang menjadi target mereka. Dengan penjualan lebih dari 10.000 unit, Denza D9 memperkuat posisinya sebagai pemain dominan di segmen MPV premium listrik. “Mengingat kehadiran Denza masih tergolong baru, saat ini strategi kami adalah memperkuat kehadirannya dengan aktivitas yang lebih premium dan personalized untuk memperkuat karakter dan positioning di mata customer,” ujar Luther, kepada Kompas.com, belum lama ini. Perkuat Posisi Masing-masing Strategi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa BYD dan Denza kini mulai menjalankan pendekatan yang berbeda dalam membangun merek di Indonesia. Jika BYD tetap memanfaatkan ajang pameran otomotif berskala besar sebagai etalase utama produknya, Denza memilih memperkuat citra premium melalui aktivitas yang lebih eksklusif. Dengan demikian, meski tidak lagi berbagi area pamer seperti tahun lalu, kehadiran BYD di GIIAS 2026 diperkirakan tetap menjadi salah satu magnet utama pameran. Luasnya booth yang disiapkan menjadi sinyal bahwa pabrikan asal China tersebut masih ingin mempertahankan dominasinya di salah satu ajang otomotif terbesar di Indonesia.