Sehari menjelang pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, sejumlah agen pemegang merek (APM) mulai merampungkan booth mereka di ICE BSD City, Tangerang. Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Selasa (28/7/2026), booth BYD tampil megah dengan area yang cukup luas di Hall 10, menjadikannya salah satu booth merek mobil China terbesar pada penyelenggaraan GIIAS tahun ini. Meski belum terlihat model yang benar-benar baru, sejumlah kendaraan yang diperkirakan menjadi amunisi utama BYD sudah mulai terlihat di area pamer. Persiapan booth BYD di GIIAS 2026 Di antaranya BYD Atto 1, BYD M6 DM (plug-in hybrid), serta BYD M6 versi penyegaran dengan sejumlah ubahan minor. Kemudian terdapat varian baru Sealion 7 dan Seal. Kombinasi lini produk tersebut membuat booth BYD diprediksi tetap menjadi salah satu destinasi utama pengunjung GIIAS 2026. Persiapan booth BYD di GIIAS 2026 Ada Area buat Denza dan Yangwang? Hal menarik lainnya, berdasarkan pantauan di lokasi, area booth BYD juga tampak memiliki ruang yang diduga akan diisi oleh merek premium di bawah naungan BYD Group. Pada salah satu sisi booth terlihat area dengan logo Denza dan Yangwang. Jika benar, maka Denza yang selama ini disebut absen kemungkinan tetap akan hadir, hanya saja tidak lagi memiliki booth terpisah seperti tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada GIIAS 2025 lalu BYD dan Denza tampil berdampingan, menjadikannya salah satu area pamer terbesar di ajang tersebut. Denza D9 dibangun dengan enam pilar kecanggihan yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyeluruh, baik bagi pengemudi maupun penumpang. Strategi Baru BYD dan Denza Sebelumnya, Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menjelaskan, keikutsertaan sebuah merek dalam pameran merupakan bagian dari strategi pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing brand. Menurut Luther, absennya Denza bukan berarti BYD menahan laju penetrasi pasar premium di Indonesia. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan penyesuaian momentum agar sejalan dengan karakter konsumen premium yang menjadi target mereka. “Mengingat kehadiran Denza masih tergolong baru, saat ini strategi kami adalah memperkuat kehadirannya dengan aktivitas yang lebih premium dan personalized untuk memperkuat karakter dan positioning di mata customer,” ujar Luther, kepada Kompas.com, belum lama ini. Strategi tersebut menunjukkan BYD dan Denza mulai menjalankan pendekatan yang berbeda dalam membangun merek di Indonesia. BYD tetap memanfaatkan pameran otomotif berskala besar sebagai etalase utama produknya, sementara Denza lebih fokus membangun citra premium melalui aktivitas yang lebih eksklusif. Namun, melihat besarnya area yang disiapkan BYD di GIIAS 2026, bukan tidak mungkin pengunjung tetap akan disuguhkan kejutan.