PT BYD Motor Indonesia berencana memperluas jajaran produknya di Tanah Air dengan menghadirkan model baru yang mengusung teknologi Dual Mode (DM) atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Langkah ini menjadi sinyal bahwa BYD tidak hanya mengandalkan kendaraan listrik murni (BEV), tetapi juga mulai memperkuat lini elektrifikasi melalui teknologi hybrid. Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan perusahaan telah memiliki kesiapan dari sisi riset dan pengembangan (R&D) maupun kemampuan manufaktur untuk menghadirkan berbagai produk. BYD M6 DM. "Seperti kita tahu bersama kami ini adalah perusahaan yang memiliki capability, kemampuan, capacity, dan berbasis manufaktur. R&D kita juga sudah sangat ready untuk menghadirkan produk-produk termasuk DM,” ujar Luther di Tangerang (29/7/2026). “Tentunya dalam waktu dekat bisa di tahun ini kita juga akan mengenalkan teknologi DM yang lainnya," kata dia. Meski belum mengungkap model yang akan diluncurkan, pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa BYD akan menambah pilihan kendaraan PHEV di pasar Indonesia dalam waktu dekat. BYD M6 DM. BYD Masih Fokus pada M6 DM Di tengah rencana ekspansi tersebut, BYD menegaskan bahwa fokus utama saat ini masih tertuju pada M6 DM. Menurut Luther, model tersebut dinilai paling sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia. "Kenapa M6? M6 ini kan pertama sangat menjawab situasi demografik Indonesia, yaitu dia seven seater, kemudian dia durable. Kita tahu M6 ini telah teruji selama 2 tahun ini,” ucap Luther. BYD Seal 6 DM hadir sebagai showcase dalam peluncuran teknologi DM oleh BYD Indonesia di Jakarta, Senin (18/5/2026) Selain menawarkan konfigurasi tujuh penumpang, M6 juga dinilai memiliki ketahanan yang sudah terbukti sehingga lebih mudah diterima masyarakat. Harga Terjangkau Luther menambahkan, selain faktor kapasitas dan daya tahan, harga menjadi salah satu alasan utama BYD mengandalkan M6 sebagai ujung tombak pengenalan teknologi DM di Indonesia. "Ketiga, secara harganya juga cukup sangat terjangkau. Nah, artinya ini bisa sesegera mungkin untuk diadopsi oleh masyarakat,” kata dia. Strategi tersebut diharapkan dapat mempercepat penerimaan kendaraan elektrifikasi di pasar domestik. Setelah fondasi melalui M6 semakin kuat, BYD membuka peluang menghadirkan model DM lain yang menyasar segmen berbeda.