PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), produsen komponen otomotif nasional, memastikan telah menjadi salah satu pemasok komponen untuk BYD di Indonesia. Kerja sama tersebut mulai berjalan pada kuartal II/2026, menjelang beroperasinya pabrik BYD di Subang, Jawa Barat secara resmi dalam beberapa waktu ke depan. Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso mengatakan, bergabungnya BYD sebagai mitra baru menjadi langkah strategis bagi perusahaan untuk memperluas bisnis, khususnya di industri kendaraan listrik. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mengembangkan portofolio bisnisnya dengan memasuki sektor Battery Energy Storage System (BESS). "Selama ini DRMA telah dipercaya jadi mitra berbagai merek otomotif global. Bergabungnya BYD sebagai mitra baru merupakan langkah strategis yang diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan bisnis perseroan seraya memperluas peluang dalam rantai pasok kendaraan listrik RI," kata dia kepada Kompas.com, Rabu (5/8/2026). DRMA sendiri merupakan perusahaan manufaktur komponen otomotif yang memproduksi berbagai komponen logam, plastik, hingga suku cadang untuk sejumlah merek kendaraan yang dipasarkan di Indonesia. Pasok Komponen Sejak Kuartal II Irianto menjelaskan, kerja sama dengan BYD sudah dimulai sejak kuartal II 2026. Kehadiran pabrik BYD di Indonesia diyakini akan semakin membuka peluang bagi industri komponen lokal untuk meningkatkan tingkat lokalisasi. "DRMA sudah aktif memulai kerja sama sebagai pemasok komponen untuk BYD sejak kuartal II/2026. Seiring mulai beroperasinya pabrik BYD di Indonesia, kami berharap kerja sama ini dapat mendukung peningkatan tingkat lokalisasi komponen kendaraan," ujarnya. Ia menambahkan, langkah tersebut juga diharapkan memberi ruang lebih besar bagi industri komponen nasional untuk masuk ke rantai pasok kendaraan listrik. "Kerja sama ini diharapkan membuka peluang yang lebih besar bagi industri komponen dalam negeri untuk berperan dalam rantai pasok kendaraan listrik nasional," kata Irianto. Ilustrasi pabrik BYD. Hanya saja dalam kesempatan tersebut, ia tidak memaparkan secara perinci komponen apa saja yang dipasok ke BYD. Pabrik Segera Beroperasi Sebelumnya, PT BYD Motor Indonesia memastikan fasilitas perakitan kendaraan di Subang akan diresmikan dalam waktu dekat. Pengumuman resmi ditargetkan dalam satu hingga dua bulan setelah GIIAS 2026. Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, pembangunan pabrik telah memasuki tahap akhir dan hanya tinggal menyelesaikan sejumlah persiapan sebelum mulai beroperasi. Saat ini, BYD telah memasarkan berbagai model kendaraan listrik di Indonesia, seperti Dolphin, Atto 3, Seal, Sealion, M6, M6 DM, hingga Atto 1. Perusahaan juga mulai merakit MPV listrik M6 secara lokal sebagai bagian dari strategi meningkatkan kandungan lokal dan memenuhi permintaan pasar domestik.