Dominasi merek Jepang di segmen kei car mulai mendapat tantangan dari produsen mobil China, yaitu BYD yang membawa Racco dan secara khusus menyasar pasar Jepang. Menariknya, respons konsumen Jepang terhadap BYD Racco terbilang positif. Dua pekan setelah resmi meluncur, mobil listrik tersebut telah mengantongi 1.002 pesanan. Angka tersebut menjadi sinyal bahwa mobil China mulai mampu menarik perhatian konsumen di segmen yang selama ini menjadi salah satu kekuatan industri otomotif Jepang. Dilansir dari Carnewschina, BYD Racco resmi masuk pasar Jepang pada 28 Juli 2026. Mobil ini ditawarkan dalam tiga varian, yakni Racco 200, 300 Plus, dan 300 Premium. Dari total pesanan yang masuk hingga 9 Agustus 2026, varian tertinggi Racco 300 Premium menjadi yang paling diminati. Varian tersebut menyumbang sekitar 80 persen dari seluruh pesanan. Mobil listrik kei car BYD Racco Sementara itu, Racco 300 Plus menyumbang 14 persen dan varian 200 sebesar 6 persen. Data tersebut menunjukkan konsumen Jepang tidak sekadar mempertimbangkan harga ketika memilih mobil listrik mungil. Fitur dan spesifikasi yang ditawarkan pada varian tertinggi juga menjadi daya tarik tersendiri. Tantang Nissan Sakura Salah satu model yang menjadi pesaing BYD Racco adalah Nissan Sakura. Mobil tersebut juga bermain di segmen kei car listrik di Jepang. Nissan Sakura menggunakan baterai 20 kWh yang menggerakkan motor listrik 47 kW atau sekitar 63 PS pada roda depan. Mobil tersebut memiliki jarak tempuh 112 km berdasarkan metode WLTC. Sepanjang 2025, Nissan Sakura mencatatkan penjualan sebanyak 14.093 unit di Jepang. Mobil listrik kei car BYD Racco Dengan kehadiran BYD Racco, konsumen Jepang kini memiliki alternatif baru di segmen kei car listrik. Persaingan pun tidak lagi hanya terjadi di antara merek Jepang, tetapi mulai melibatkan produsen China. Penetrasi China Kei car memiliki posisi penting dalam industri otomotif Jepang karena dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas perkotaan dengan dimensi dan kapasitas mesin yang dibatasi oleh regulasi khusus. Karena itu, masuknya BYD Racco menjadi menarik. Produk tersebut menunjukkan bahwa produsen China mulai berani masuk ke segmen yang sangat identik dengan merek Jepang. Respons konsumen terhadap Racco juga menjadi modal penting bagi BYD untuk memperluas bisnisnya di Jepang. Interior BYD Racco Secara global, BYD mencatat penjualan 411.072 kendaraan pada Juli 2026, naik 20,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 179.841 unit atau sekitar 43,7 persen merupakan kendaraan yang diekspor. Khusus pasar Jepang, BYD mengirimkan 383 unit kendaraan pada Juli 2026. Meskipun angka tersebut masih relatif kecil dibandingkan pasar domestik Jepang, kehadiran Racco menunjukkan perubahan menarik dalam persaingan otomotif Negeri Sakura. Merek China kini tidak hanya menawarkan mobil listrik untuk pasar global, tetapi juga mulai mencoba masuk ke ceruk yang selama ini menjadi kekuatan produsen Jepang. BYD Racco debut di Tokyo Motor Show 2025 Racco BYD Racco merupakan kei car dengan penggerak roda depan atau front-wheel drive (FWD). Mobil ini memiliki dimensi panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.520 mm dengan radius putar minimum 4,8 meter. Konfigurasi tersebut membuat Racco tetap memiliki ukuran kompak yang sesuai dengan karakter kendaraan perkotaan di Jepang. Untuk sumber tenaga, BYD menyediakan dua pilihan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP), yakni 22,4 kWh dan 35,84 kWh. Baterai tersebut menggerakkan motor listrik dengan tenaga maksimum 47 kW atau sekitar 63 PS dan torsi 160 Nm. Jarak tempuh Racco berada di kisaran 210 km hingga 320 km, tergantung kapasitas baterai yang digunakan. Selain itu, Racco sudah dilengkapi fitur keselamatan seperti adaptive cruise control (ACC) dan autonomous emergency braking (AEB).