Penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ini membuat persaingan di segmen kendaraan hybrid dan listrik semakin ramai, seiring hadirnya beragam merek dan pilihan teknologi di pasar. Toyota menjadi salah satu merek yang mencatat pertumbuhan penjualan kendaraan elektrifikasi cukup signifikan. Pada semester I/2026, penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota mencapai 28.000 unit, naik 65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Kunjungi Booth Toyota di GIIAS 2026--Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ( tengah ) mendengar penjelasan dari Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily ( kanan ) disaksikan Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto (kiri) dan Direktur Marketing TAM Hiroyuki Oide Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Hiroyuki Oide mengatakan, perkembangan ini merupakan bagian dari perubahan kebutuhan konsumen Indonesia terhadap kendaraan dengan teknologi elektrifikasi. "Selama 55 tahun kami belajar terus mendengarkan masukan dan berevolusi bersama masyarakat, termasuk dalam merespons tren elektrifikasi," ujar Oide dalam acara Media Gathering Elektrifikasi di GIIAS 2026, ICE BSD, Tangerang, Jumat (7/8/2026). Penjualan elektrifikasi kian besar Pertumbuhan Toyota sejalan dengan perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi secara nasional. Pada 2022, kendaraan elektrifikasi hanya menyumbang sekitar 2 persen dari total penjualan kendaraan di Indonesia, dengan volume sekitar 20.000 unit. Sementara pada semester I/2026, penjualan kendaraan elektrifikasi telah mencapai 117.000 unit atau tumbuh hampir 27 persen. Oide menilai, pertumbuhan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh meningkatnya minat konsumen, tetapi juga oleh sejumlah faktor lain yang membuat kendaraan elektrifikasi semakin mudah diterima pasar. "Pertumbuhannya tentu didukung oleh banyak aspek, seperti insentif pemerintah, penerimaan masyarakat yang semakin meningkat, kehadiran banyak brand baru, beberapa bahkan datang dengan fokus yang spesifik pada satu teknologi," kata Oide. Bagi Toyota, kendaraan elektrifikasi kini memiliki peran yang semakin besar dalam penjualan secara keseluruhan. Pada semester I/2026, Toyota mencatat penjualan 133.000 unit dengan pangsa pasar 30,7 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28.000 unit merupakan kendaraan elektrifikasi. Kontribusinya mencapai 21 persen dari total penjualan Toyota di Indonesia. Dengan kata lain, sekitar satu dari setiap lima mobil Toyota yang terjual sepanjang enam bulan pertama tahun ini merupakan kendaraan elektrifikasi. "Secara komposisi, kontribusi penjualan elektrifikasi kami saat ini sudah mencapai 21 persen dari total penjualan Toyota. Jadi, satu dari lima kendaraan Toyota yang terjual pada semester I/2026 sudah menggunakan teknologi elektrifikasi," tutur Oide. Tren tersebut juga tercermin dalam penjualan Toyota secara global. Pada Januari-Mei 2026, Toyota membukukan penjualan 4,1 juta unit dan mempertahankan posisi sebagai produsen otomotif dengan penjualan terbanyak di dunia selama enam tahun berturut-turut. Dari total penjualan tersebut, sekitar 2,2 juta unit atau 53 persen merupakan kendaraan elektrifikasi. Land Cruiser di GIIAS 2026 Tak Hanya Andalkan Satu Teknologi Besarnya pilihan teknologi di pasar justru menjadi alasan Toyota mempertahankan strategi Multi-Pathway. Toyota menilai karakteristik konsumen Indonesia yang beragam membuat pendekatan satu teknologi belum tentu dapat memenuhi seluruh kebutuhan. Marketing Director TAM Bansar Maduma mengatakan, penerimaan masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi menjadi sinyal positif bagi Toyota untuk terus memperluas pilihan yang tersedia. "Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia. Pilihan mereka memperlihatkan antusiasme pelanggan Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi," ujar Bansar. Menurut Bansar, setiap teknologi memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda. Karena itu, Toyota memilih menyediakan beragam teknologi elektrifikasi dibandingkan berfokus hanya pada satu jenis kendaraan. "Kalau dilihat, banyak sekali teknologi. Namun, tidak cukup satu teknologi untuk menjawab semua kebutuhan yang ada," katanya. Strategi tersebut tidak hanya diterapkan pada produk. Toyota juga menyiapkan layanan yang mendukung penggunaan kendaraan elektrifikasi agar konsumen mendapatkan pengalaman yang lebih aman dan nyaman. "Strategi kami adalah memberikan semua pilihan untuk menjawab semua kebutuhan, namun bukan hanya produk, tapi juga layanan," ujar Bansar.