PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) membidik total penjualan domestik mencapai sekitar 29.000 unit pada 2026, yang setara dengan sekitar 31 persen pangsa pasar kendaraan komersial. Vice President Director IAMI Anton Rusli mengatakan, target tersebut masih realistis. Sebab, hingga akhir Juli 2026, perseroan masih mencatat antrean pesanan (backorder) yang cukup besar sehingga bisa menjadi modal untuk mendongkrak kinerja di semester kedua. "Untuk domestik kami optimistis. Tahun ini kami mengejar sekitar 29.000 unit dengan target market share mencapai 31 persen," ujar Anton ditemui di GIIAS 2026, ICE BSD, Tangerang, Selasa (3/8/2026). "Sampai sekarang kami masih punya backorder yang cukup banyak. Dari jumlah pesanan yang masuk, semester kedua kami masih cukup optimistis dan secara penjualan bisa lebih baik dibandingkan semester pertama," lanjutnya. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memanfaatkan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk menampilkan sisi lain kendaraan komersial. Penjualan Semester I Tumbuh Optimisme tersebut ditopang oleh kinerja pasar kendaraan komersial sepanjang semester I/2026. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, segmen medium pick-up dan light truck yang menjadi kontributor utama penjualan Isuzu masing-masing mencatat pertumbuhan sekitar 18-23 persen. Sementara itu, segmen medium truck cenderung stagnan. Menurut Anton, kondisi tersebut dipengaruhi melambatnya aktivitas di sektor pertambangan yang selama ini menjadi pasar utama kendaraan kelas tersebut. Meski demikian, secara keseluruhan pasar kendaraan komersial yang digarap Isuzu masih menunjukkan pertumbuhan positif berkat kenaikan permintaan di segmen medium pick-up dan light truck. Ditopang Proyek Pemerintah Anton menjelaskan, meningkatnya permintaan pada kedua segmen tersebut didorong oleh bergulirnya berbagai proyek pemerintah, termasuk distribusi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta proyek infrastruktur. Di samping itu pertumbuhan ekonomi nasional yang masih terjaga juga ikut menopang permintaan kendaraan niaga. proses perakitan truk Isuzu Menurut dia, peningkatan aktivitas di sektor makanan dan minuman mendorong kebutuhan logistik, yang pada akhirnya berdampak pada penjualan kendaraan komersial. "Selama ekonomi masih bertumbuh, pasar kendaraan komersial juga ikut bergerak. Dari data yang ada, sektor makanan dan minuman menjadi salah satu pendorong utama sehingga kebutuhan logistik ikut meningkat," ujar Anton.