Penerapan mandatori biodiesel B50 mulai dilakukan pemerintah. Namun, pada masa awal implementasi, ketersediaan bahan bakar tersebut diperkirakan belum langsung merata di seluruh SPBU di Indonesia. Distribusi Belum Merata, Bagaimana Jika Harus Isi Solar Lain? Kondisi tersebut membuat pemilik kendaraan diesel berpotensi menggunakan jenis bahan bakar yang berbeda dalam satu perjalanan. Misalnya, ketika B50 tidak tersedia di SPBU tujuan, pengendara bisa saja mengisi Dexlite atau Pertamina Dex yang memiliki kualitas lebih tinggi. Menanggapi hal tersebut, Business Solutions Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia Anjar Rosjadi mengatakan, pencampuran B50 dengan bahan bakar diesel yang memiliki kualitas lebih tinggi sejauh ini tidak menjadi persoalan. Menurut dia, berdasarkan pengalaman yang dimiliki Isuzu, kualitas bahan bakar hasil campuran justru akan mengikuti bahan bakar dengan spesifikasi yang lebih baik. "Sebenarnya sejauh ini, dari pengalaman yang ada, kecenderungannya kan kalau campurnya sama Dexlite, campurnya sama quality yang lebih tinggi, artinya sih tidak masalah," kata Anjar, saat ditemui di Jakarta Pusat, belum lama ini. BBM Biosolar B50 di Rest Area Km 57 Kualitas Campuran Cenderung Mengikuti Solar yang Lebih Baik Anjar menjelaskan, B50 memiliki tingkat kualitas yang berada di bawah Dexlite maupun Pertamina Dex. Karena itu, ketika kedua jenis bahan bakar tersebut bercampur di dalam tangki, kualitas campurannya cenderung meningkat mengikuti solar yang memiliki mutu lebih tinggi. "Karena kan dari quality level bahan bakar itu sendiri, B50 kan ada di posisi yang paling paling bawah. Ketika dia dikombinasikan dengan yang lain, kecenderungannya dia justru naik," kata Anjar. Dengan demikian, pengendara tidak perlu khawatir apabila masih terdapat sisa B50 di dalam tangki, kemudian harus mengisi Dexlite atau Pertamina Dex karena ketersediaan B50 belum merata. Meski demikian, Anjar tidak menjelaskan komposisi pencampuran yang ideal. Namun, ia menegaskan bahwa berdasarkan pengalaman Isuzu, pencampuran B50 dengan diesel berstandar lebih tinggi bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Mandatori B50 Resmi Diluncurkan Sebagai informasi, Presiden RI Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Mandatori Biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Program tersebut menjadi langkah pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Prabowo menyebut penerapan B50 menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan posisi tawar Indonesia di tingkat global.