PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menegaskan komitmennya mendukung sektor transportasi dan logistik nasional bertepatan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional, Kamis (17/9/2026). Lebih dari lima dekade beroperasi di Indonesia, Isuzu mengandalkan berbagai kendaraan komersial untuk menunjang aktivitas logistik, distribusi, konstruksi hingga transportasi penumpang. “Isuzu ingin terus menjadi bagian dari ekosistem tersebut dengan menghadirkan kendaraan dan layanan yang dapat memberikan nilai nyata bagi pelanggan. Sehingga kami terus bisa berkontribusi aktif dalam menghubungkan setiap usaha, serta menjadi rekan yang bisa diandalkan sekarang hingga nanti,” ujar Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia Masayasu Hideshima dalam keterangan resmi, Kamis (17/9/2026). Untuk kebutuhan kendaraan niaga, Isuzu memiliki sejumlah lini produk dengan fungsi berbeda. Isuzu Traga menyasar kebutuhan distribusi dan usaha, sementara Isuzu Elf digunakan untuk beragam kebutuhan transportasi dan operasional. Truk Isuzu Giga Berbagai Sektor Kendaraan Niaga Adapun Isuzu Giga ditempatkan untuk kebutuhan kendaraan niaga berkapasitas lebih besar. Selain itu, terdapat Isuzu D-Max dan mu-X untuk menunjang kebutuhan operasional di berbagai sektor. Tak hanya mengandalkan penjualan kendaraan, Isuzu juga memperkuat jaringan purnajual untuk menjaga operasional armada konsumennya. Hingga September 2026, Isuzu memiliki 130 outlet resmi, 183 Bengkel Mitra Isuzu (BMI), lebih dari 2.200 Partshop Isuzu, serta 165 Bengkel Isuzu Berjalan (BIB). Jaringan tersebut ditujukan untuk memberikan akses terhadap perawatan, perbaikan dan ketersediaan suku cadang, terutama bagi kendaraan komersial yang memiliki tuntutan waktu operasional tinggi. Isuzu juga mengembangkan sistem telematika Isuzu Link. Teknologi tersebut memungkinkan pemilik atau operator armada memantau produktivitas kendaraan, keselamatan berkendara, efisiensi operasional hingga jadwal perawatan. “Bagi kami, menjadi bagian dari sektor perhubungan berarti tidak hanya menyediakan kendaraan, tetapi juga memastikan pelanggan mendapatkan dukungan selama kendaraan tersebut digunakan,” kata Hideshima. Menurut perusahaan, penguatan jaringan layanan, ketersediaan suku cadang, teknologi telematika, serta layanan bengkel berjalan menjadi bagian dari strategi menjaga kendaraan konsumen tetap produktif di tengah aktivitas bisnis.