Modifikasi Yamaha MT-07 GULIR UNTUK LANJUT BACA Dalam dokumen paten yang beredar, Yamaha menggabungkan sistem cruise control adaptif dengan teknologi transmisi otomatis miliknya yang disebut Y-AMT atau Yamaha Automated Manual Transmission. Kombinasi keduanya memungkinkan motor melakukan perlambatan secara otomatis ketika mendeteksi kendaraan di depan melaju lebih lambat.Pada mobil, sistem ACC umumnya bekerja dengan mengurangi kecepatan kendaraan secara otomatis sambil menjaga jarak aman dengan mobil di depan. Namun di sepeda motor, penerapan teknologi tersebut jauh lebih rumit karena motor hanya memiliki dua roda dan pengendara tidak dilindungi sabuk pengaman.Karena itu, Yamaha mengembangkan algoritma khusus yang dibuat menyerupai cara kerja pengendara berpengalaman saat melakukan deselerasi.Sistem ini bekerja melalui radar depan yang bertugas membaca kondisi lalu lintas di depan motor. Ketika radar mendeteksi kendaraan bergerak lebih lambat, ECU atau otak elektronik motor akan mengurangi bukaan gas secara halus.Di saat bersamaan, sistem transmisi otomatis Y-AMT akan aktif untuk menurunkan gigi dan mengatur kerja kopling secara otomatis. Langkah tersebut penting agar mesin tidak mati ketika motor mengalami perlambatan mendadak.Penurunan gigi juga membantu menghasilkan engine brake atau efek pengereman mesin, sehingga motor dapat melambat lebih halus tanpa gerakan yang tiba-tiba.Jika dibutuhkan perlambatan lebih besar, sistem akan mengombinasikan pengereman depan dan belakang secara otomatis. Yamaha juga menyematkan pengaturan suspensi semi aktif elektronik yang dapat menjadi lebih kaku saat pengereman berlangsung.Fungsi ini bertujuan mengurangi gejala motor menukik ke depan saat deselerasi keras. Dengan karakter perlambatan yang lebih stabil, risiko pengendara panik ketika menghadapi situasi mendadak juga diklaim bisa berkurang.Teknologi ini dinilai menjadi langkah baru dalam pengembangan fitur keselamatan roda dua, terutama untuk motor touring dan premium yang sering digunakan perjalanan jarak jauh.Saat ini beberapa motor kelas atas seperti Ducati lewat Multistrada V4 dan BMW Motorrad melalui R 1300 GS memang sudah memiliki ACC. Namun sistem tersebut masih memiliki keterbatasan karena pengendara tetap harus mengambil alih pengereman dalam kondisi tertentu.Sementara pada sistem terbaru Yamaha, pengendara disebut hanya perlu fokus menjaga arah dan keseimbangan motor ketika fitur aktif bekerja.Meski menjanjikan peningkatan keselamatan, teknologi ini diperkirakan tidak akan murah. Sebab sistem membutuhkan kombinasi radar, ECU canggih, transmisi otomatis, pengereman elektronik, hingga suspensi semi aktif. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Karena itu, kemungkinan besar fitur ini pertama kali hadir pada motor premium Yamaha sebelum nantinya turun ke kelas menengah jika biaya produksinya semakin terjangkau.Selain meningkatkan kenyamanan berkendara, pengembangan teknologi seperti ini juga dinilai menjadi persiapan produsen menghadapi regulasi keselamatan kendaraan yang diperkirakan akan semakin ketat di masa depan.