Pebalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins, berlapang dada menerima kenyataan bahwa dirinya akan terdepak dari kelas utama MotoGP pada akhir musim ini. Rins dipastikan kehilangan tempatnya setelah Yamaha resmi mengumumkan duet baru mereka untuk musim depan, yakni Jorge Martin dan Ai Ogura. "Sejujurnya tidak, saya tidak memiliki tawaran apa pun di paddock ini (MotoGP) untuk tahun depan," ujar Rins dikutip dari Crash, Jumat (10/7/2026). Pebalap asal Spanyol itu mengatakan memilih fokus untuk menikmati sisa balapan musim ini, sambil menjajaki peluang pindah ke ajang WorldSBK (World Superbike). "Kami sedang mencoba mencari peluang di Superbike. Jadi, mari kita nikmati beberapa balapan terakhir ini, karena saya ingin mengakhiri karier saya di MotoGP dengan cara yang baik," katanya. Alex Rins di MotoGP Indonesia Motor Kompetitif Rins tidak menampik bahwa performanya dalam beberapa musim terakhir merosot tajam akibat performa motor yang kurang kompetitif. Oleh karena itu, prioritas utamanya saat ini adalah mendapatkan tim WorldSBK yang bisa memberikannya motor terbaik. "Seperti yang saya katakan, kami sangat kesulitan selama tiga tahun terakhir. Saya merindukan momen finis di atas podium dan bertarung di barisan depan," kata Rins. Salah satu target potensial Rins adalah kursi kosong di tim pabrikan Aruba.it Ducati. Kursi tersebut berpeluang ditinggalkan oleh Nicolo Bulega yang santer dikabarkan akan naik kelas ke MotoGP bersama tim VR46. Alex Rins saat berlaga pada MotoGP Amerika 2026 Namun, Rins sadar langkahnya tidak akan mudah. Kursi panas di Ducati itu juga menjadi incaran para pebalap MotoGP lain yang nasibnya belum jelas musim depan, seperti Brad Binder, Jack Miller, Maverick Vinales, hingga Franco Morbidelli. "Tampaknya ada sekitar empat pebalap lain di MotoGP yang belum mendapat kursi untuk tahun depan," kata Rins. "Tentu saja manajer mereka juga bergerak ke arah yang sama dengan saya. Jadi, jika Bulega pindah, kursi Ducati itu akan sangat diperebutkan," ungkapnya. Alex Rins saat berlaga pada MotoGP Amerika 2026 Test Rider Meskipun WorldSBK menjadi prioritas utama, Rins tidak menutup mata terhadap opsi balapan lain di luar Eropa, asalkan kompetisi tersebut bisa mengembalikan motivasinya yang sempat meredup. "Saya bisa mempertimbangkan banyak hal, tetapi saya harus menemukan sesuatu yang bisa saya nikmati lagi," kata Rins. "Entah itu MotoAmerica, Superbike, atau bahkan balap reli mobil. Saya butuh sesuatu yang memotivasi saya kembali," ujar pebalap berusia 30 tahun itu. Namun dia secara tegas menolak menjadi pebalap uji alias test rider. "Saya masih ingin balapan," kata Rins.