Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi belakangan ini diperkirakan akan memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Namun, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menilai kondisi tersebut justru berpotensi mendorong sebagian konsumen beralih dari mobil ke sepeda motor demi menekan pengeluaran harian. Sentosa Tampomas, Chief Area DDS 1 Jakarta PT YIMM, mengatakan permintaan sepeda motor hingga saat ini masih menunjukkan tren positif. PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) resmi meluncurkan Yamaha MX King 150 edisi Prima Pramac livery pada ajang Jakarta Fair Kemayoran 2026. Menurut dia, kendaraan roda dua tetap menjadi pilihan utama masyarakat, terutama untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. "Secara permintaan motor kami masih dapat respon dari konsumen cukup antusias ya. Mobilisasi konsumen terutama komuter yang memang sehari-hari pakai motor masih tetap mengandalkan motor," ujar Sentosa, kepada Kompas.com (11/6/2026). Antrean kendaraan mengisi Biosolar mengular hingga keluar area SPBU di Jalan Dr. Sutomo, Padang, Senin (20/4/2026). Lonjakan terjadi setelah kenaikan harga BBM non-subsidi mendorong pengguna beralih ke solar. Kenaikan BBM Dorong Konsumen Lebih Hemat Sentosa menjelaskan, kenaikan harga BBM membuat sebagian masyarakat mulai menghitung ulang pengeluaran transportasi mereka. Dalam kondisi tersebut, sepeda motor dinilai sebagai moda transportasi yang lebih ekonomis dibandingkan kendaraan roda empat. "Ditambah lagi konsumen yang sekarang mulai berhitung, mungkin sebelumnya pakai kendaraan roda empat sekarang beralih kendaraan roda dua. Jadi kami tetap optimis bahwa penjualan motor di Indonesia khususnya di Jakarta masih sangat prospektif," kata Sentosa. Ilustrasi motor mengisi BBM. Menurutnya, efisiensi biaya menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan masyarakat dalam menentukan moda transportasi di tengah tekanan ekonomi saat ini. Bukan Hanya BBM, Kurs Rupiah Juga Jadi Pertimbangan Selain kenaikan harga BBM, Sentosa menilai masyarakat juga mulai memperhatikan faktor ekonomi lainnya, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi berbagai kebutuhan sehari-hari. "Ada konsumen yang sudah mulai memikirkan bagaimana cara mengefisiensikan anggaran yang mereka punya," ujar Sentosa. "Selain bahan bakar naik, nilai kurs juga mungkin kurs dolar dan rupiah juga makin tinggi. Makanya konsumen berhitung ulang bagaimana mengefisiensikan dana yang mereka punya untuk keperluan sehari-hari," kata dia. Dengan kondisi tersebut, Yamaha melihat sepeda motor masih memiliki prospek yang kuat di pasar domestik. Selain biaya operasional yang relatif lebih rendah, motor juga tetap menjadi pilihan utama masyarakat perkotaan untuk menunjang mobilitas harian yang cepat dan efisien. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang