Harga Isuzu Panther bekas terpantau terus merangkak naik dalam beberapa waktu terakhir. Meski sudah setop produksi sejak 2020, minat terhadap MPV bermesin diesel tersebut masih cukup tinggi di pasar mobil bekas. Kondisi ini membuat harga sejumlah varian tetap bertahan, bahkan cenderung meningkat. Pantauan di sejumlah situs jual beli kendaraan bekas menunjukkan, Panther keluaran tahun muda masih dipasarkan dengan harga relatif tinggi. Misalnya, Panther Grand Touring 2017 ditawarkan sekitar Rp 230 jutaan, bahkan unit tahun 2019 tembus Rp 249 jutaan. Harga Isuzu Panther yang tetap bertahan. Sementara itu, Panther LS tahun 2005 masih berada di kisaran Rp 115 jutaan. Adapun model yang lebih lawas, seperti tahun 1997, ditawarkan mulai Rp 62 jutaan. Menanggapi tren tersebut, Andi, pemilik showroom Jordy Mobil di MGK Kemayoran, Jakarta Pusat, menilai secara posisi pasar Panther seharusnya masih berada di bawah Toyota Innova Diesel. "Saya sebetulnya kurang paham harga Panther. Tapi harusnya (harganya) dia di bawah Innova Diesel. Dia tetap kalah," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (20/2/2026). Menurut Andi, secara persepsi pasar dan kualitas, Panther tidak berada di level yang sama dengan Innova Diesel. "Mau (orang) dbilang ini (diesel), Panther, engga bagus-bagus juga sih. Kalau saya bilang, pasti di bawah Innova Diesel," katanya. Isuzu Panther, pilihan menarik di segmen MPV bekas Lebih lanjut, Andi memberikan gambaran perbandingan harga di pasar mobil bekas. "Kemarin saya sempat ditawarin Innova Diesel tahun 2010 saja itu Rp 165 juta. Ini perkiran ya berarti kalau Panther-nya 2010 ambilnya harusnya sih di bawah Rp 130 juta. Kecuali itu mobil benar-benar antik banget," katanya. Sebagai gambaran, Innova Diesel tahun 2010 di pasaran saat ini memang masih berada di kisaran Rp 160 jutaan. Dengan acuan tersebut, Panther tahun serupa seharusnya berada di bawahnya. Senada dengan itu, Rama dari Rama Dagang Mobil di Rempoa, Tangerang Selatan, mengatakan harga Panther untuk beberapa varian sudah “gelap” alias sangat bergantung pada pemilik saat membuka harga. "Ah itu mah sudah gelap," kata Rama. Ilustrasi Isuzu Panther Menurut Rama, saat ini unit Panther di bursa mobil bekas Jakarta sudah nyaris tidak ada. Ia menduga unitnya sudah berpindah ke daerah atau berputar di kalangan hobi dan penggemar Panther. "Barangnya sudah tidak ada, yang jual sudah jarang dan yang mencari juga sudah tidak ada. Isuzu. Jarang sudah," katanya. Meski demikian, faktor kondisi unit, tingkat kelangkaan, serta sentimen terhadap mesin diesel yang dikenal tangguh dan irit bisa menjadi alasan harga Panther tetap bertahan, bahkan meningkat pada varian tertentu. Dengan setop produksi sejak 2020 dan tidak adanya unit baru di pasaran, ketersediaan yang makin terbatas turut memengaruhi dinamika harga di pasar mobil bekas. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang