Penetapan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) kembali memunculkan sorotan terhadap harta kekayaannya, termasuk koleksi mobil yang tercatat dalam laporan resmi negara. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025, Syamsul tercatat memiliki dua unit mobil dengan nilai total sekitar Rp 1,4 miliar. Kedua kendaraan tersebut terdiri dari satu unit minibus produksi Toyota tahun 2021 dan satu unit SUV keluaran 2024 dari merek yang sama. Jika melihat kisaran nilai yang dilaporkan, minibus produksi 2021 tersebut ditaksir bernilai sekitar Rp 900 juta. Dengan harga tersebut, mobil tersebut diduga berasal dari segmen MPV premium seperti Toyota Alphard atau Toyota Vellfire yang memang memiliki banderol mendekati Rp 1 miliar, tergantung varian dan kondisi kendaraan. Sementara itu, satu unit SUV produksi 2024 dilaporkan memiliki nilai sekitar Rp 500 juta. Dengan kisaran harga tersebut, kendaraan tersebut diperkirakan berasal dari segmen SUV ladder frame seperti Toyota Fortuner yang cukup populer di kalangan pejabat daerah karena menawarkan kombinasi performa, kenyamanan, serta citra kendaraan premium. Toyota Fortuner 2.8 GR Sport Nilai kendaraan tersebut merupakan bagian dari total kekayaan Syamsul yang tercatat lebih dari Rp 12 miliar dalam LHKPN. Sebagian besar aset yang dilaporkan berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan yang berada di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Sebelumnya, KPK melakukan OTT terhadap Syamsul pada Jumat (13/3/2026). KPK kemudian menetapkan Syamsul sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap pada Sabtu (14/3/2026). Dalam perkara tersebut, KPK juga menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap sebagai tersangka. Penyidik masih terus mendalami aliran dana serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang