KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). KPK menyebutkan salah satu yang terjaring OTT adalah Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Ini isi garasi rumah Syamsul.Dikutip laman Laporan Harta Kekayaan Negara (LHKPN), Syamsul punya total harta sebesar Rp 12.039.790.782 dan utang sebesar Rp 215.610.000. Data itu dilaporkan pada 19 Januari 2026/Periodik - 2025 dengan jabatan sebagai Bupati Cilacap. Dari total harta kekayaan itu, sebesar Rp 8.150.000.000 berbentuk tanah dan bangunan. Kemudian harta bergerak lainnya Rp 360.000.000, kas dan setara kas sebesar Rp 1.295.400.782.Selanjutnya untuk harta berupa alat transportasi dan mesin, nilainya Rp 1.400.000.000. Rinciannya:1. Mobil, Toyota minibus tahun 2021, hibah tanpa akta Rp 900.000.0002. Mobil, Toyota SUV tahun 2024, hasil sendiri Rp 500.000.000.Diberitakan sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). KPK menyebutkan salah satu yang terjaring OTT ialah Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman."Benar," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat ditanya apakah benar Bupati Cilacap menjadi pihak yang terjaring OTT adalah Bupati Cilacap, Jumat (13/3/2026), seperti dikutip dari detikNews.Fitroh belum menjelaskan detail siapa saja yang terjaring OTT. Dia juga belum menyebutkan perkara yang tengah diusut dalam operasi kali ini.KPK sendiri memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang terjaring OTT. Saat ini, pihak yang terjaring OTT masih berstatus sebagai terperiksa.