JAKARTA, KOMPAS.com - Beredar di media sosial video yang memperlihatkan ketangguhan mobil Isuzu Panther. Dalam video yang beredar di platform TikTok, memperlihatkan kondisi Isuzu Panther yang sudah dipenuhi lumpur pada bagian eksterior dan interior, akibat terendam banjir di wilayah Aceh. Disebutkan bahwa mobil tersebut sudah terendam banjir selama 10 jam. Namun, yang mengejutkan mobil Panther tersebut masih dalam keadaan hidup mesinnya. Karakter ruangan mesin diesel masih terdengar jelas. Video ini tentu mengundang banyak respons dari warganet, tak sedikit yang menilai bahwa mobil Panther memang memiliki mesin yang bandel. Menanggapi hal ini, Esa, pemilik Esa Diesel Specialist Common Rail, mengatahakan, apa yang terjadi pada Panther tersebut lebih condong ke faktor keberuntungan ketimbang bukti bahwa semua Panther akan bertahan dalam kondisi serupa. “Sebetulnya itu hanya kebetulan saja, tidak selalu begitu (mobil Panther masih bisa menyala usai terendam banjir),” ujar Esa kepada Kompas.com, Kamis (4/12/2025). Mesin Isuzu Panther Ia menjelaskan, mobil diesel umumnya memiliki ground clearance tinggi, sehingga ada kemungkinan air belum sempat masuk ke ruang bakar, baik lewat filter udara maupun mencapai cylinder head. Selama air belum masuk ke area tersebut, mesin masih berpeluang hidup meski terendam lama. “Karena ground clearance-nya tinggi, air mungkin belum masuk ke ruang bakar. Kalau sudah masuk, ya tetap akan kena water hammer, pecah blok mesinnya,” kata Esa. Lebih jauh, Esa mengatakan kondisi seperti yang beredar tersebut sebenarnya sangat berisiko. Jika sedikit saja air mengalir ke ruang bakar, maka dari itu mesin bisa langsung jebol. “Kalau sudah ada air yang masuk, itu nggak mungkin bisa nyala. Atau mungkin nyala sebentar banget, habis itu pecah mesinnya,” ujarnya. Esa pun mengimbau pemilik mobil diesel, termasuk Panther, untuk tidak mencoba menyalakan kendaraan setelah terendam banjir. Langkah terbaik adalah memeriksa seluruh jalur udara, oli, serta sistem kelistrikan sebelum mesin dihidupkan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang