Penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih di Malaysia berhasil melampaui capaian Indonesia yang selama ini dikenal sebagai pasar otomotif terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) pada 2025. Berdasarkan data ASEAN Automotive Federation (AAF) yang diterima Kompas.com, penjualan mobil di Malaysia mencapai 820.752 unit. Sementara Indonesia berada tepat di bawahnya dengan total 803.687 unit, setelah mengalami perlambatan 7 persen year-on-year (yoy). Padahal pada 2024 Indonesia masih memimpin pasar otomotif kawasan. Kala itu penjualan mobil domestik tercatat 865.720 unit, lebih tinggi dibanding Malaysia yang membukukan 816.747 unit. Ilustrasi penjualan mobil Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika, mengatakan perubahan posisi tersebut tidak lepas dari dinamika kebijakan di masing-masing negara, termasuk kondisi daya beli masyarakat. “Kalau kita lihat di ASEAN, memang ada yang naik dan ada juga yang turun. Dari kami di Gaikindo, itu sangat tergantung pada kebijakan pemerintah yang precise dan terukur,” ujar Putu kepada Kompas.com belum lama ini. “Kalau kita berbicara Malaysia, memang dia tumbuh dan mengalahkan kita karena daya beli kita turun. Dulu, kita bersaing ketat dengan Thailand, sekarang kita menjadi nomor dua,” lanjutnya. Meski demikian, Putu menilai fondasi industri otomotif Indonesia sebenarnya sudah cukup kuat. Berbagai program yang dijalankan pemerintah, seperti peningkatan kandungan lokal atau tingkat komponen dalam negeri (TKDN), dinilai telah membantu membangun basis industri otomotif nasional. “Program kita sebenarnya sudah cukup bagus, mulai dari kendaraan yang diproduksi di dalam negeri sampai peningkatan kandungan lokal atau TKDN. Yang sangat dibutuhkan sekarang bagaimana ekosistem industri kendaraan bermotor ini bisa dijaga, bahkan kalau bisa ditingkatkan,” ujar Putu. Di sisi lain, Gaikindo juga menyoroti kebijakan yang diterapkan pemerintah Malaysia dalam mendukung industri otomotifnya. Ketua Harian Gaikindo, Anton Kumonty, mengatakan pihaknya sempat membandingkan berbagai skema insentif otomotif yang diterapkan di negara-negara ASEAN. Menurut dia, salah satu kebijakan yang menonjol di Malaysia adalah dukungan yang konsisten terhadap kendaraan nasional sehingga porsinya cukup besar di pasar domestik. “Kami sempat membandingkan insentif yang ada di negara ASEAN. Salah satu yang kami perhatikan dari Malaysia, mereka memberikan insentif kepada mobil nasional secara konsisten sehingga porsinya cukup besar di pasar,” ujar Anton. Selain itu, pendekatan insentif yang diterapkan dinilai lebih bersifat umum dan tidak terlalu membedakan jenis teknologi kendaraan. “Pendekatannya lebih general, tidak terlalu membedakan teknologi kendaraan. Ini kebiakan sama yang mereka sudah terapkan sejak masa pandemi Covid-19," kata dia. Meski begitu, ia menegaskan setiap negara memiliki strategi industri yang berbeda sesuai dengan arah pengembangan jangka panjang. “Setiap negara tentu punya dasar kebijakan sendiri. Contoh, kita punya program LCGC yang sempat menguasai pasar hingga 22 persen. Jadi kita tidak bisa menilai hanya dalam satu atau dua tahun, tetapi perlu melihat bagaimana dampaknya dalam 10 tahun ke depan,” ujar Putu. China merupakan salah satu negara dengan penjualan mobil elektrifikasi terbesar di dunia. Gaikindo juga menilai Indonesia sebenarnya memiliki potensi pasar otomotif yang jauh lebih besar dibanding Malaysia jika dilihat dari jumlah penduduk. Pada 2024, Indonesia dengan populasi sekitar 281,6 juta jiwa mencatat penjualan 865.723 unit mobil dengan pangsa pasar sekitar 28 persen di ASEAN. Sementara Malaysia yang penduduknya sekitar 30,7 juta jiwa mencatat penjualan 816.747 unit dengan pangsa pasar sekitar 26 persen. Oleh karena itu, asosiasi berharap dukungan kebijakan terhadap industri otomotif nasional dapat terus diperkuat agar pasar kendaraan di Indonesia kembali tumbuh dan mampu bersaing di tingkat kawasan. Berikut data penjualan mobil di ASEAN pada 2025: Malaysia – 820.752 unit Indonesia – 803.687 unit Thailand – 604.755 unit Vietnam – 604.134 unit Filipina – 491.395 unit Singapura – 62.671 unit Myanmar – 3.150 unit Berikut data penjualan mobil di ASEAN pada 2024: Indonesia – 865.720 unit Malaysia – 816.747 unit Thailand – 562.954 unit Filipina – 467.253 unit Vietnam – 304.142 unit Singapura – 52.828 unit Myanmar – 4.311 unit KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang