Mobil otonom Toyota Targetnya cukup ambisius, yakni menghadirkan teknologi autonomous driving Level 3 pada 2030. GULIR UNTUK LANJUT BACA Wakil Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia, Sim Tze Tzin mengatakan bahwa industri otomotif Malaysia tidak boleh terus terpaku pada teknologi kendaraan konvensional jika ingin bersaing di masa depan.Menurut dia, pembahasan soal mobil otonom sudah harus dimulai sekarang sebelum Malaysia tertinggal terlalu jauh dari negara lain.“Kalau kita hanya fokus mengejar teknologi hari ini, kita akan selalu tertinggal. Tapi kalau mulai membangun fondasi teknologi masa depan dari sekarang, Malaysia bisa memimpin kawasan,” ujarnya seperti dikutip VIVA dari Paultan, Selasa 12 Mei 2026. Pemerintah pun menunjuk Malaysia Automotive, Robotics and IoT Institute atau MARii untuk mulai menyiapkan arah pengembangan kendaraan otonom di negara tersebut.Bukan tanpa alasan. Teknologi autonomous driving dianggap bakal mengubah wajah industri otomotif secara total. Mobil masa depan tidak lagi hanya mengandalkan mesin dan desain, tetapi juga software, sensor pintar, radar, kamera, hingga chip semikonduktor berteknologi tinggi.Karena itu, Malaysia ingin vendor lokal ikut naik kelas agar bisa terlibat dalam rantai industri kendaraan otonom.“Ke depan mobil membutuhkan lebih banyak sensor, software, dan chip. Vendor lokal harus mulai meningkatkan kemampuan mereka,” kata Sim.Tidak hanya industri otomotif, kesiapan infrastruktur juga menjadi sorotan. Jalan raya, marka jalan, rambu lalu lintas, hingga sistem pendukung digital harus diperbaiki agar mobil otonom dapat bekerja dengan aman.Teknologi autonomous driving memang sangat bergantung pada kondisi jalan yang presisi. Kamera dan sensor pada mobil harus mampu membaca marka, mengenali rambu, hingga mendeteksi kendaraan lain secara akurat.Malaysia tampaknya tidak ingin terlambat mengikuti tren global. Sim mencontohkan perkembangan teknologi mobil tanpa sopir di United States yang berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir.Jika sebelumnya teknologi itu hanya diuji di beberapa kota, kini penggunaannya mulai meluas dan diprediksi akan semakin masif.“Teknologi ini pasti akan datang ke kawasan kita. Jadi kita harus siap dari sekarang,” ujarnya.Sebagai informasi, teknologi autonomous driving dibagi menjadi beberapa tingkatan berdasarkan standar dari SAE International.Level 3 sendiri memungkinkan mobil berjalan sendiri dalam kondisi tertentu, seperti di jalan tol atau lalu lintas yang teratur. Namun pengemudi masih wajib siaga karena sewaktu-waktu sistem dapat meminta manusia mengambil alih kendali.Saat ini beberapa produsen global seperti Mercedes-Benz, Tesla, hingga BYD mulai berlomba mengembangkan teknologi semi-otonom untuk kendaraan mereka. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Malaysia sendiri sebenarnya pernah melakukan pengujian mobil otonom sejak 2020 di kawasan Cyberjaya. Saat itu perusahaan eMoovit Technology menjadi pihak pertama yang mendapat izin menguji kendaraan tanpa sopir di jalan umum.Kini, dengan target baru menuju 2030, Malaysia tampaknya ingin bergerak lebih serius agar tidak hanya menjadi pasar otomotif, tetapi juga pemain penting dalam teknologi mobil masa depan.