PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan arah pengembangan produknya ke depan akan semakin fokus pada kendaraan ramah lingkungan. Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan langkah ini sejalan dengan tren global sekaligus kebijakan pemerintah Indonesia yang mulai mendorong elektrifikasi kendaraan. “Pastinya yang pertama kita akan menyasar atau memperkenalkan produk-produk baru yang tentunya lebih ramah lingkungan,” ujar Fransiscus, saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026). Ia menjelaskan, Hyundai secara bertahap akan mulai mengurangi ketergantungan pada mesin pembakaran dalam (internal combustion engine/ICE). Sebagai gantinya, pabrikan asal Korea Selatan tersebut akan memperkuat lini kendaraan elektrifikasi. “Jadi dengan kata lain, kita akan perlahan-lahan mungkin meninggalkan combustion. Kita akan masuk ke hybrid dan kita akan masuk ke mobil listrik secara penuh,” kata dia. Menurut Fransiscus, langkah tersebut bukan hanya mengikuti tren pasar, tetapi juga bentuk komitmen Hyundai terhadap arah industri otomotif nasional. Hyundai IONIQ 5 di IIMS 2026 Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian, telah memiliki peta jalan (blueprint) pengembangan kendaraan ramah lingkungan. Hyundai pun memastikan akan berjalan seiring dengan kebijakan tersebut. “Karena kita akan melihat tren masa depannya dan kita sejalan dengan Kementerian Perindustrian. Karena Kementerian Perindustrian kan punya blueprint untuk lebih mobil yang ramah lingkungan dan Hyundai akan mengikuti itu, lebih fokus ke elektriifkasi,” ucap Fransiscus. Saat ini Hyundai masih memiliki jajaran produk yang cukup lengkap di Indonesia, mulai dari model bermesin bensin hingga elektrifikasi. Untuk segmen mesin konvensional, Hyundai memiliki model seperti Stargazer dan Creta yang masih menjadi tulang punggung penjualan. Sementara di segmen elektrifikasi, Hyundai sudah menghadirkan teknologi hybrid melalui Santa Fe dan Palisade. Tak hanya itu, Hyundai juga menjadi salah satu pionir mobil listrik di Indonesia lewat kehadiran Ioniq 5 dan Ioniq 6 sebagai kendaraan listrik murni berbasis baterai. Dengan strategi ini, bukan tidak mungkin lini produk Hyundai di Indonesia ke depan akan semakin didominasi oleh model hybrid dan mobil listrik murni, menggantikan peran mobil bermesin bensin yang selama ini masih mendominasi pasar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang