Perawatan transmisi mobil otomatis kerap menjadi perhatian pemilik kendaraan, terutama di Indonesia yang terkenal dengan kondisi jalan padat dan berbukit. Meskipun keduanya tampak serupa dari luar, CVT dan matik konvensional memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi cara perawatan dan umur pakainya. Pemahaman yang tepat bisa mencegah kerusakan dini dan menghemat biaya perbaikan. Menurut Freddy, direktur Domo Transmisi, perbedaan utama antara CVT dan matik konvensional terletak pada mekanisme dan sensitivitas terhadap panas. "CVT lebih sensitif terhadap panas karena menggunakan sabuk dan puli yang bekerja secara kontinu. Kalau terlalu lama macet atau membawa beban berlebih, panas akan cepat menumpuk dan memperpendek umur transmisi. Sedangkan matik konvensional menggunakan kopling dan planetary gear, sehingga lebih toleran terhadap kondisi jalan yang berat," kata Freddy kepada Kompas.com, Selasa (6/1/2026). Freddy menambahkan, jadwal penggantian oli menjadi kunci perawatan CVT. Oli CVT tidak hanya berfungsi sebagai pelumas, tetapi juga sebagai medium pendingin. Transmisi Matik AT. Jika penggantian oli terlalu lama, kotoran dan panas akan menumpuk, menyebabkan selip atau bunyi pada transmisi. Sebaliknya, matik konvensional bisa bertahan lebih lama meski jarang ganti oli, meski tetap disarankan untuk mengikuti interval rutin. Selain itu, penggunaan kendaraan juga memengaruhi perawatan. CVT kurang ideal digunakan untuk jalur menanjak, sering membawa penumpang penuh, atau mobil berat. Di sisi lain, matic biasa lebih fleksibel menghadapi kondisi tersebut tanpa risiko cepat panas. Freddy menyarankan, pemilik mobil CVT harus disiplin pada jadwal servis dan memperhatikan kondisi penggunaan, misalnya menghindari beban berlebih atau berkendara ekstrem di tanjakan. Sedangkan pemilik matic konvensional tetap perlu pengecekan rutin, tapi risiko kerusakan mendadak relatif lebih kecil. Dengan pemahaman ini, pemilik mobil otomatis bisa menyesuaikan perawatan sesuai tipe transmisi dan kondisi jalan, sehingga umur pakai kendaraan lebih panjang dan performa tetap optimal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang