- Secara teori, motor matik dengan injeksi seharusnya lebih irit karena sistem suplai bahan bakarnya sudah menggunakan injektor. Berbeda dengan zaman masih karburator, yang harus disetel secara manual. Tapi ketika tidak dirawat dengan baik, motor matik yang sudah injeksi juga bisa boros. Ada beberapa faktor penyebab motor jadi lebih boros, tidak sesuai dengan yang seharusnya. Dustin, pemilik bengkel Garage +62 di Jakarta Barat menjelaskan, faktor pertama yang membuat motor matik jadi boros adalah salah menggunakan bahan bakar. Diler motor Honda Wahana memajang aneka ragam skutik "Biasanya ada beberapa faktor, yang pertama yaitu oktan bensin tidak sesuai kompresi mesin. Ketinggian atau kerendahan pasti membuat pembakaran tidak sempurna, jadi bensin akan lebih boros," kata Dustin kepada Kompas.com, Selasa (28/10/2025). Faktor kedua adalah jarang melakukan servis, terutama pada bagian CVT. Kalau tidak dirawat, tidak ketahuan kondisi komponen di dalamnya seperti apa, kalau ada yang aus, pasti membuat performa menurun. "Akhirnya orang akan tarik gas lebih dalam lagi untuk mendapatkan kecepatan yang diinginkan. Namanya tarik gas semakin dalam, jadi BBM yang keluar pun semakin banyak, bisa jadi faktor motor lebih boros," ujar Dustin. Faktor berikutnya adalah kondisi filter udara. Agar terjadi pembakaran di ruang mesin, harus ada udara dari luar, kalau kotor filternya, maka udara yang masuk jadi tersumbat. "Kalau filter udara kotor menyebabkan udara yang masuk menjadi tersumbat, makanya bensin jadi boros. Karena pencampuran bahan bakar jadi tidak baik," kata Dustin. Terakhir adalah mengenai kebersihan komponen sistem injeksi, seperti injeksi kotor, Throttle Body kotor, lalu Throttle Position Sensor, sampai Idle Speed Control bisa pengaruh ke konsumsi BBM. "Injector kotor, tentu membuat proses suplai bahan bakar terganggu, akhirnya suplai yang dibilang seperti ‘pengkabutan’ jadi tidak maksimal. Begitupun dengan Throttle Body (TB) yang kotor. TB yang kotor pasti menggangu proses pencampuran BBM dan udara, jadi enggak maksimal dan efeknya jadi boros," jelasnya. Dengan kata lain, motor injeksi tetap bisa boros jika tidak dirawat dengan baik. Perawatan rutin dan pemilihan bahan bakar sesuai spesifikasi mesin menjadi kunci agar motor tetap irit seperti yang dijanjikan teknologi injeksi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.